Ambon,CahayaMediaTimur.com-
Dosen Pengampu:
Dr. Jenny K. Matitaputty, M.Pd
Mata Kuliah:
Jurnalisme dan Kepariwisataan Sejarah
Disusun oleh:
Susanti Sairkelu
Sahaluddin
Wa Seni Fofid
Alya F Tolinggi
Titi Nurandila Fakaubun
Program Studi Pendidikan Sejarah
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Pattimura Ambon
Masjid Tua Wapauwe merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia yang menjadi bukti penting masuknya Islam di wilayah Maluku. Bangunan bersejarah ini didirikan pada tahun 1414 dan hingga kini masih berdiri kokoh di Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Nama “Wapauwe” berasal dari bahasa setempat yang berarti “di bawah pohon mangga”. Nama tersebut merujuk pada lokasi awal masjid yang dahulu berada di bawah pohon mangga liar. Meski telah beberapa kali dipindahkan, bangunan masjid tetap mempertahankan bentuk aslinya yang sederhana namun sarat makna sejarah.
Keunikan utama Masjid Tua Wapauwe terletak pada konstruksinya yang dibuat tanpa menggunakan paku. Seluruh bagian bangunan disatukan dengan teknik pasak kayu tradisional, menunjukkan tingginya pengetahuan arsitektur masyarakat Maluku pada masa lampau. Atapnya terbuat dari daun rumbia, sedangkan dinding dan tiangnya menggunakan kayu pilihan yang tahan lama.
Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Tua Wapauwe juga menyimpan berbagai manuskrip kuno bernilai tinggi. Koleksi tersebut meliputi Al-Qur’an tulisan tangan, naskah keagamaan, serta berbagai dokumen bersejarah yang telah berusia ratusan tahun. Manuskrip ini menjadi sumber penting dalam memahami perkembangan Islam di Maluku.
Secara historis, masjid ini memiliki peran besar dalam perjalanan dakwah Islam di kawasan timur Indonesia. Keberadaannya menjadi saksi bisu penyebaran ajaran Islam yang dilakukan secara damai melalui hubungan perdagangan, pendidikan, dan interaksi sosial masyarakat.
Sebagai warisan budaya dan sejarah, Masjid Tua Wapauwe tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menjadi simbol ketahanan tradisi dan identitas masyarakat Maluku. Hingga kini, masjid tersebut tetap dirawat dengan baik dan menjadi destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.
Keberadaan Masjid Tua Wapauwe menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan warisan yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
