Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus perkuat pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui kegiatan pertanian produktif dan berkelanjutan. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan panen sawi hidroponik sebanyak 15 ikat dan enam kilogram tomat apel segar di lahan belakang blok, Rabu (30/9).
Kegiatan panen tersebut ditinjau langsung oleh Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, dan peserta MagangHub Kementerian Kenetagakerjaan Angkatan 2 Batch 1. Ini menjadi kesempatan bagi mereka mengikuti secara langsung proses panen sebagai pengalaman kerja nyata dalam pembelajaran praktik di bidang pertanian.
Tersih menjelaskan keterlibatan peserta magang dalam kegiatan pembinaan merupakan upaya membuka ruang pembelajaran yang lebih nyata mengenai proses pembinaan di bidang pertanian. Menurutnya, kegiatan pertanian menjadi salah satu bentuk pembinaan yang memberikan pengalaman positif bagi Warga Binaan sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, dan kemandirian.
“Kami ingin peserta magang tidak hanya melihat kegiatan pembinaan secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam prosesnya. Melalui kegiatan seperti panen ini, mereka melihat bagaimana Warga Binaan dibimbing untuk bekerja, merawat tanaman, hingga menghasilkan produk pertanian yang memiliki nilai manfaat,” jelas Tersih.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menjelaskan hasil panen tersebut merupakan proses pembinaan yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan oleh petugas bersama Warga Binaan. “Hasil panen ini bukan sesuatu yang diperoleh secara instan. Ada proses panjang yang dilakukan Warga Binaan, mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan, pemeliharaan, hingga akhirnya tanaman siap dipanen. Di setiap proses itulah nilai-nilai pembinaan kami tanamkan,” ujarnya.
Keterlibatan peserta magang menjadi pengalaman tersendiri sekaligus memperlihatkan kegiatan pembinaan di Lapas. Tidak hanya memberikan manfaat bagi Warga Binaan, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat yang terlibat di dalamnya.
Salah satu peserta magang, Firja Sabban, antusias terlibat langsung dalam kegiatan panen bersama Warga Binaan. “Dari kegiatan ini saya belajar bertani hidroponik ternyata dapat dikembangkan meskipun dengan lahan yang terbatas. Ini menjadi pengetahuan yang sangat bermanfaat sebagai bekal untuk mengembangkan usaha di bidang pertanian atau menjadi wirausaha hidroponik ke depannya,” ujarnya.
Panen sawi hidroponik dan tomat apel tersebut menjadi bukti pembinaan kemandirian di Lapas Wahai terus diarahkan pada kegiatan yang produktif karena dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan nyata, dan memberikan hasil bermanfaat.
