Lokki,CahayaMediaTimur.com-Seorang warga Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), menyoroti dugaan tindakan provokatif dan pemerasan yang dilakukan oleh salah satu warga bernama Zakaria Matakena (ZM).
Menurut sumber, ZM dikenal kerap menggunakan nama sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk menakut-nakuti dan memeras sejumlah pihak di desa tersebut.
Melalui sambungan telepon pada Minggu, 30 November 2025, sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, ZM hampir setiap hari memprovokasi masyarakat agar memusuhi aparatur pemerintah Desa Lokki. Dugaan tersebut, kata sumber, bermula dari rasa tidak puas SM alias Heri ,karena ambisinya menjadi Ketua BPD tidak tercapai.
Selain itu, sumber menyebut bahwa Heri juga menyimpan dendam terhadap pemerintah Desa Loki, setelah proposal bantuan bengkel mobil miliknya tidak disetujui.
“Siapa saja yang menjadi penjabat kepala desa maupun perangkat desa selalu dianggap musuh oleh Heri,” ujar sumber.
Disebutkan, salah satu kasus yang dilakukan ZM adalah provokasi terkait pembuatan Surat Keterangan Tanah (SKT) oleh mantan Penjabat Kepala Desa, Amrosis Putilehalat, dengan biaya Rp250 ribu per lembar.
Menurut sumber, ZM awalnya menuding proses pembuatan SKT tersebut sebagai kejahatan, namun belakangan dugaan keterlibatan dirinya juga mencuat. Hal itu terjadi setelah muncul persoalan pembagian hasil yang tidak merata, sehingga ZM membongkar kasus tersebut dengan alasan ia tidak terlibat.
Tidak hanya itu, ZM juga disebut terlibat dalam dugaan penjualan lahan masyarakat di Dusun Olas kepada pihak Bank Maluku. Sumber menilai, isu-isu provokatif yang disebarkan ZM turut menjadi pemicu gagalnya pembangunan fasilitas air bersih di Desa Lokki.
Sumber menambahkan, ZM Heri kerap mengadu domba warga dengan menyebarkan narasi berbeda di dua wilayah. Kepada warga desa, ZM menyampaikan bahwa penjabat kepala desa yang bukan orang asli Lokki harus ditolak.
“Namun kepada warga di petuanan Lokki, dia (ZM) justru mengatakan bahwa pejabat dari luar dikhawatirkan tidak akan membawa pembangunan ke wilayah mereka,” jelas sumber.
Pemerintah Desa Lokki sendiri sebelumnya menolak proposal bantuan peralatan bengkel mobil yang diajukan ZM. Selain karena bukan seorang montir, biaya yang diajukan juga dinilai terlalu besar.
Terlebih, bantuan peralatan bengkel motor yang pernah diberikan sebelumnya diduga telah dijual oleh Heri kepada pihak lain.
“Bergai kegaduhan yang dilakukan oleh dia harus diusut pihak berwajib. Jika terbukti melanggar hukum, kami berharap pihak kepolisian maupun kejaksaan bisa memprosesnya,” pungkas sumber




