Namlea,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea terus menjalin koordinasi intens dengan pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Buru terkait dengan dukungan terhadap pembangunan Kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) di wilayah Namlea sebagai tindak lanjut dari Program Pembentukan 100 Bapas di seluruh Indonesia.
Setelah sebelumnya membahas agenda tersebut dengan Wakil Bupati Buru, kali ini Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, melakukan audiensi dengan Bupati Buru, Ikram Umasugi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Buru, Azis Tomia, Senin (2/3).
“Kunjungan kali ini kami ingin melanjutkan progres pembahasan pengadaan lokasi Bapas yang telah kami komunikasikan terlebih dahulu dengan Bapak Wakil Bupati. Mengingat Bapas adalah salah satu pilar penting dan perannya begitu sentral dalam penerapan KUHP baru, maka kami juga terus jalin koordinasi agar segera terealisasi,” ucap Marasabessy.
Ia menjelaskan Namlea menjadi salah satu daerah yang dipilih Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai lokasi pembentukan Bapas baru di wilayah Maluku selain Tual, Wonreli, Wahai, dan Dobo. Oleh karena itu, ia meminta dukungan penuh dari Pemda Buru berupa pemanfaatan lahan atau bangunan melalui mekanisme hibah.
“Namlea adalah salah satu daerah terpilih dan saat ini Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku terus mengupayakan percepatan pembangunan bapas lewat koordinasi yang kami lakukan. Mungkin dari Pemda dapat membantu dengan menghibahkan kami lahan – lahan atau aset bangunan milik daerah yang tidak terpakai,” jelasnya.
Menanggapi usulan tersebut, Bupati Buru, Ikram Umasugi, menyatakan pihaknya akan berupaya maksimal untuk menyiapkan lokasi yang sesuai bagi pembangunan Bapas.
“Untuk sementara kami akan melakukan pendataan lahan maupun gedung yang berada di dalam maupun di luar wilayah kota yang dapat dimanfaatkan untuk Bapas. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pihak Lapas terkait kriteria dan kebutuhan lokasi yang diperlukan,” ujar Ikram.






