WAHAI,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus mengintensifkan pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan beragama Kristen melalui ibadah rutin yang digelar setiap Senin pagi di Gereja Ebenhaezer Lapas. Kegiatan ini dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan bahwa pembinaan kepribadian menjadi salah satu fokus utama dalam membentuk karakter Warga Binaan.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan meningkatkan iman dan takwa WBP,” ujar Tersih, Senin (21/7).
Menurutnya, ibadah ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor WP28.PK.05.01-569 Tahun 2025 tentang Penguatan Pembinaan Kerohanian di Lingkungan Pemasyarakatan.
Ibadah dipimpin oleh Pendeta Vinis Nabire yang menyampaikan pentingnya pembinaan rohani dalam membentuk pribadi yang lebih baik, baik bagi Warga Binaan maupun petugas.
“Melalui ibadah rutin ini, kami berharap ada pertumbuhan rohani yang nyata dalam kehidupan Warga Binaan,” katanya.
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga melibatkan unsur eksternal dari Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Wahai dan pembina internal dari petugas Lapas.
“Kegiatan rutin ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang dijadwalkan setiap pekan, guna memberikan bekal spiritual selama menjalani masa pidana,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi inisiatif ini dan mendorong seluruh UPT di wilayahnya untuk aktif dalam pembinaan keagamaan.
“Mari kita berdayakan Warga Binaan melalui program pembinaan kepribadian yang menyentuh sisi spiritual sebagai bekal reintegrasi sosial,” ujarnya.
Dengan pembinaan rohani yang konsisten, diharapkan Warga Binaan mampu menjalani pembinaan secara utuh dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.