OJK Maluku dan BKKBN Perkuat Literasi Keuangan Untuk Wujudkan Keluarga Cerdas Finansial, Tangguh Ekonomi dan Berkualitas

oleh -0 views

Ambon,CahayaMediaTimur.com-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat langkahnya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat di Provinsi Maluku. Pada kesempatan ini OJK provinsi Maluku bersinergi dengan Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku, telah melaksanakan kegiatan Edukasi Keuangan bagi Penyuluh Keluarga Berencana (KB), Tim Pendamping Keluarga, dan Pengelola Kampung Keluarga Berkualitas.

 

Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi untuk mengintegrasikan peningkatan literasi keuangan dengan pembangunan keluarga berkualitas sebagai upaya membentuk masyarakat Maluku yang lebih mandiri, produktif dan berdaya saing.

 

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun keluarga yang berkualitas. Keluarga yang memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak, akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi, mampu merencanakan masa depan, dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat dan berkualitas.

 

“Membangun keluarga berkualitas tidak hanya berbicara tentang kesehatan dan pendidikan, tetapi juga tentang kemampuan mengelola keuangan secara cerdas. Keluarga yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi, terhindar dari jeratan pinjaman online ilegal, judi online, maupun berbagai bentuk penipuan keuangan” pesan Haramain.

 

Lebih lanjut dalam sambutannya, Haramain menjelaskan bahwa dengan kolaborasi bersama BKKBN Provinsi Maluku, OJK Maluku ingin memastikan bahwa literasi keuangan hadir hingga ke Kampung Keluarga Berkualitas dan menjadi bekal bagi setiap keluarga untuk mewujudkan kehidupan yang lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera.

 

“Saya membuka kegiatan ini secara resmi dan saya berharap melalui kegiatan ini para Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, dan Pengelola Kampung Keluarga Berkualitas yang menjadi peserta kegiatan, tidak hanya menjadi pendamping dalam pembangunan keluarga, tetapi juga menjadi Penggerak Literasi Keuangan Maluku yang mampu mengedukasi masyarakat mengelola keuangan, memanfaatkan layanan keuangan formal, dan terlindungi dari berbagai risiko kejahatan di sektor keuangan” tutup

Haramain mengakhiri sambutannya.

 

Kegiatan ini dilakukan secara daring oleh hampir 200 (dua ratus) orang peserta yang berasal dari seluruh wilayah Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Edi Setiawan, hadir secara daring dan Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Mincie H. Ubro, hadir secara luring di lokasi kegiatan yang bertempat di Aula Pertemuan Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku. Selasa, (28/7).

 

Edi Setiawan menyambut baik sinergi ini dan menjadi bukti nyata kolaborasi yang dibangun antara BKKBN Provinsi Maluku bersama OJK Provinsi Maluku. Edi menyampaikan bahwa pembangunan keluarga berkualitas memerlukan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya dari aspek kesehatan, pengasuhan, dan pendidikan, tetapi juga melalui penguatan ketahanan ekonomi keluarga. Literasi keuangan menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan keluarga yang mandiri, produktif, dan mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat.

 

“Kami berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dalam penyelenggaraan edukasi dan literasi keuangan bersama OJK Provinsi Maluku hingga menjangkau lebih banyak masyarakat melalui jaringan Kampung Keluarga Berkualitas di seluruh Provinsi Maluku” ungkap Edi dalam sambutannya.

 

Pada kesempatan tersebut, OJK Provinsi Maluku memberikan materi edukasi keuangan mengenai pentingnya pengelolaan keuangan keluarga, mulai dari menyusun anggaran rumah tangga, membangun budaya menabung, mengelola utang secara bertanggung jawab, hingga memahami pentingnya perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan hidup keluarga. Melalui pendekatan yang interaktif dan aplikatif, para peserta didorong untuk menjadi agen literasi keuangan yang mampu meneruskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

 

Peserta kegiatan juga diedukasi tentang penggunaan produk dan layanan jasa keuangan yang resmi berizin dan diawasi OJK, serta diajak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan digital yang semakin berkembang, antara lain judi online (judol), pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi ilegal, penipuan digital, termasuk penyalahgunaan data pribadi yang berpotensi merugikan masyarakat dan mengganggu ketahanan ekonomi keluarga.