Optimalisasi Program Pembinaan Kemandirian, Lapas Piru Panen 85 Buah Terong

oleh -0 views

Piru,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui panen terong yang dilaksanakan pada Rabu (18/02). Dari hasil pengembangan lahan pertanian yang telah dikelola sebelumnya, petugas bersama Warga Binaan berhasil memanen sebanyak 85 buah terong berkualitas baik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bidang pertanian yang terus dikembangkan sebagai wujud dukungan terhadap ketahanan pangan serta implementasi program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Hasil panen tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi internal dapur Lapas, tetapi juga dipasarkan sebagai bentuk pelatihan produktivitas dan penguatan nilai ekonomi bagi Warga Binaan.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten dan terarah. “Panen ini adalah bukti bahwa pembinaan kemandirian berjalan efektif. Lahan yang sebelumnya sudah digunakan kini kami kembangkan agar lebih produktif. Selain untuk memenuhi kebutuhan internal, hasilnya juga memiliki nilai jual sehingga Warga Binaan belajar tentang proses produksi hingga pemanfaatan hasil,” ujarnya.

Salah satu Warga Binaan berinisial K turut mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. “Kami memperoleh pengalaman berharga dalam mengelola lahan hingga proses panen,“ ucapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa program pertanian menjadi salah satu fokus pembinaan yang berkelanjutan. “Kami terus berupaya mengoptimalkan lahan yang ada agar memberikan manfaat nyata. Program ini bukan hanya soal panen, tetapi bagaimana membentuk karakter, tanggung jawab, dan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah bebas nanti,” tegasnya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. “Kami mendorong seluruh satuan kerja untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki, termasuk pemanfaatan lahan sebagai program kemandirian pangan. Pembinaan harus produktif, berdampak, dan memberikan bekal nyata bagi Warga Binaan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Piru menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program pembinaan kemandirian yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan dan proses reintegrasi sosial Warga Binaan.