Saparua,cahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua melaksanakan pengecekan tekanan darah dan konsultasi kondisi kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas saparua sebagai bagian dari pelayanan kesehatan rutin yang terus dioptimalkan di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan Warga Binaan tetap terpantau serta memperoleh penanganan sejak dini, Jumat, (06/02/2026).
Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh Staf Kesehatan Lapas Saparua, Senly Matitale, dengan sasaran Warga Binaan, khususnya kelompok lanjut usia yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala. Fokus pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah serta konsultasi kondisi kesehatan sesuai keluhan yang disampaikan oleh Warga Binaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas kesehatan menemukan dua orang Warga Binaan lansia dengan tekanan darah tinggi dan satu orang dengan tekanan darah rendah. Selain itu, satu Warga Binaan mengeluhkan gejala flu, sementara satu orang lainnya mengalami keluhan gatal-gatal pada kulit. Seluruh hasil pemeriksaan tersebut dicatat sebagai bagian dari pemantauan kesehatan lanjutan.
Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas kesehatan memberikan pengobatan sesuai indikasi medis. Warga Binaan dengan tekanan darah tinggi diberikan obat antihipertensi, sementara Warga Binaan yang mengalami flu dan gatal-gatal diberikan obat antihistamin. Selain pemberian obat, petugas juga memberikan konsultasi singkat terkait kondisi kesehatan serta imbauan menjaga kebersihan dan pola hidup sehat selama berada di dalam lapas.
Staf Kesehatan Lapas Saparua, Senly Matitale, mengatakan bahwa pengecekan kesehatan rutin merupakan langkah penting dalam mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini.
“Pengecekan tekanan darah dan konsultasi kesehatan dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi kesehatan Warga Binaan sejak dini. Dari hasil pemeriksaan hari ini, terdapat beberapa Warga Binaan lansia dengan tekanan darah tidak stabil serta keluhan flu dan gatal-gatal, dan seluruhnya telah diberikan obat sesuai dengan hasil pemeriksaan,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan lanjut usia berinisial YP yang mengalami gejala flu turut menyampaikan keluhannya saat menjalani pemeriksaan.
“Ibu, dari kemarin hidung saya berair terus dan badan terasa kurang enak,” ujar YP.
Pihak Lapas Saparua menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. Melalui pemantauan kesehatan yang konsisten, Lapas Saparua berharap dapat mencegah risiko gangguan kesehatan yang lebih serius serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan kondusif.
