Langgur,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku terus berinovasi dalam memperkuat program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kali ini, Lapas Kelas IIB Tual tengah melakukan penjajakan kerja sama strategis dengan pihak ketiga (sektor swasta) untuk membuka unit usaha percetakan di dalam lingkungan Lapas.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata mentransformasi Lapas dari sekadar tempat penahanan menjadi pusat produktivitas dan pengembangan keterampilan yang berorientasi pasar.
Plh. Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Hakim Abdul Gani menyatakan bahwa inisiasi ini bertujuan untuk memberikan bekal keahlian teknis (hard skills) yang mumpuni bagi para warga binaan. Dengan adanya unit percetakan, para warga binaan diharapkan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
“Kami ingin memastikan bahwa ketika warga binaan bebas nanti, mereka memiliki sertifikasi dan pengalaman kerja yang nyata. Fokus kami adalah pembinaan produktif yang berkelanjutan,” ujar Plh. Kalapas.
Kerja sama dengan pihak ketiga ini diproyeksikan mencakup beberapa poin krusial: Transfer Teknologi: Penyediaan mesin cetak modern dan pelatihan operator bagi warga binaan, Standar Kualitas: Memastikan hasil cetakan (seperti spanduk, brosur, hingga dokumen kantor) memenuhi standar pasar, Penyerapan Produk: Membantu akses pemasaran hasil karya warga binaan ke instansi pemerintah maupun masyarakat umum di wilayah Maluku Tenggara dan Kota Tual.
Selain sebagai sarana pembinaan, dibukanya unit percetakan ini diharapkan dapat berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta memberikan upah atau premi bagi warga binaan yang terlibat. Hal ini sejalan dengan misi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mewujudkan “Lapas Produktif”.
Ricky Dwi Biantoro, selaku Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku berharap melalui sinergi antara Lapas dan pelaku usaha, Lapas Tual harus optimis dapat mencetak sumber daya manusia yang siap berintegrasi kembali ke masyarakat dengan wajah baru sebagai tenaga kerja terampil di bidang industri kreatif.
