Pastikan Komunikasi Aman Jelang Ramadan, Lapas Wahai Sidak Wartelsus

oleh -0 views

Wahai,CahayaMediaTimur.com-Jelang bulan suci Ramadan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai ambil langkah proaktif untuk jaga stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtib) sekaligus jamin hak komunikasi Warga Binaan. Bertempat di area Warung Telekomunikasi Khusus (Wartelsus), jajaran Petugas Pengamanan gelar inspeksi mendadak (sidak) serta optimalisasi perangkat komunikasi, Selasa (10/2).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Subseksi Kamtib, Usman Bakri, beserta jajaran pengamanan itu difokuskan pada fasilitas komunikasi resmi yang ada atau Wartelsus, yang diprediksi akan mengalami lonjakan kebutuhan silaturahmi Warga Binaan dengan keluarga selama bulan puasa.

Selain itu, Petugas juga mendeteksi dini peredaran barang terlarang khususnya handphone ilegal.

“Tujuan utama kami adalah melakukan deteksi dini secara menyeluruh. Dengan memastikan area steril dari handphone ilegal dan mengoptimalkan sarana Wartelsuspas, kita menutup celah potensi gangguan kamtib. Kami ingin memberikan rasa aman serta menjamin kelancaran silaturahmi Warga Binaan melalui jalur resmi yang telah disediakan, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan,” tegas Usman.

Petugas melakukan pemeriksaan serta menguji setiap unit perangkat telepon guna memastikan tidak adanya aktifitas browsing handphone yang dicurigai. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh fasilitas Wartelsuspas dinyatakan dalam kondisi aman dan beroperasi sesuai Standar Operasional Prosedur. Petugas juga tidak menemukan adanya perangkat ilegal maupun indikasi penyalahgunaan jaringan komunikasi.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menambahkan bahwa keseimbangan antara keamanan dan pelayanan adalah prioritas utama.

“Optimalisasi Wartelsus ini adalah bentuk pelayanan kami agar Warga Binaan dapat tetap bersilaturahmi dengan keluarga secara legal dan terpantau. Kami ingin memastikan tidak ada hambatan komunikasi saat mereka menyambut bulan suci Ramadan nanti,” ungkap Tersih.

Ia juga menyebut langkah antisipatif tersebut sebagai bagian penting dalam upaya berantas peredaran narkoba sesuai 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.

Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.

“Kami mengapresiasi langkah deteksi dini ini. Dengan mengoptimalkan layanan komunikasi resmi, kita meminimalisir pelanggaran keamanan sekaligus memberikan kenyamanan bagi Warga Binaan dalam berkomunikasi dengan pihak keluarga,” kata Ricky.

Melalui penguatan layanan Wartelsus ini, Lapas Wahai berkomitmen menciptakan suasana Ramadan yang khidmat, aman, dan tertib dengan tetap memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk menjaga hubungan emosional dan psikologis dengan keluarga tercinta di luar tembok.