Saparua,CahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua melaksanakan kegiatan Jumat Sehat melalui pelatihan baris berbaris (PBB) bagi peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sebagai bentuk pengenalan disiplin dan ketertiban dalam lingkungan pemasyarakatan. Jumat, 05/12.
Kegiatan berlangsung di halaman upacara Lapas Saparua dan dipandu oleh petugas Lapas Saparua, Firza Madiun serta Amelya Puttileihalat, dengan pemantauan langsung dari Kasubsi Kamtib Donny D. Lekatompessy dan Kepala Regu Pengamanan III, S.J. Sinay. Peserta magang menerima materi dasar baris berbaris, meliputi sikap sempurna, hadap kanan dan kiri, balik kanan, serong kanan kiri, jalan di tempat, langkah tegap hingga gerakan hormat dengan mengikuti aba-aba secara serentak.
Kasubsi Kamtib Donny D. Lekatompessy menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya sebagai latihan jasmani, namun juga sarana pembentukan karakter peserta magang dalam memahami pola disiplin pemasyarakatan. “Ini adalah pembentukan karakter. Selain ilmu yang kalian dapat, ini juga penting sebagai pembentukan karakter,” tegasnya.
Pelatih Amelya Puttileihalat turut menegaskan agar peserta mampu menjaga konsentrasi, kekompakan, dan ketepatan gerakan. “Jika sudah bergerak jangan tengok kanan kiri, jangan tertawa jika salah gerakan, jangan bergerak sebelum ada perintah,” ucapnya.
Rangkaian kegiatan dilakukan dengan metode pengulangan gerak dan penyesuaian barisan sehingga peserta terbiasa terhadap sikap siap, sigap, dan patuh komando. Proses pelatihan ini menjadi pembiasaan agar peserta memahami etika gerak, disiplin perintah, serta ketepatan formasi sesuai standar baris berbaris.
Peserta magang, La Mindra Darakai, menyampaikan apresiasinya atas pelatihan tersebut. “Kegiatan latihan baris berbaris seperti ini sangat bermanfaat dan baik bagi kami. Karena bisa menjadi bekal bagi kami jika ke depannya ada teman-teman yang mau bekerja di lingkungan lembaga pemasyarakatan maupun lembaga pemerintahan lainnya,” tuturnya.
Kegiatan Jumat Sehat ini ditutup dengan evaluasi singkat terhadap ketepatan aba-aba, kerapian formasi, serta kedisiplinan peserta. Seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib, dan mendapat respons positif dari peserta magang.
