Ambon,CahayaMediaTimur.com-Setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran, warga kawasan Batu Merah atau Hatukau, Kota Ambon, kini mendapat dukungan untuk melewati masa sulit. PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Wayame bersama Pemerintah Kota Ambon melalui BPBD Kota Ambon menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Bantuan ini menjadi bagian dari respons tanggap darurat terhadap kebakaran permukiman yang melanda kawasan tersebut. Kehadiran bantuan dari dunia usaha dinilai penting untuk membantu pemerintah memenuhi kebutuhan warga sekaligus mempercepat proses penanganan pasca bencana.
Pemerintah Kota Ambon menyampaikan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga yang ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak. Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian apel pagi Pemkot Ambon di halaman belakang Balai Kota Ambon.
“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan Pertamina bersama seluruh jajaran yang telah berpartisipasi dalam meringankan beban masyarakat atau warga Hatogau yang terkena dampak kebakaran,” ujar perwakilan Pemkot Ambon.
Pemkot menyebut keterlibatan Pertamina merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terutama dalam situasi ketika masyarakat membutuhkan dukungan akibat bencana.
Bantuan itu sekaligus memperkuat pola penanganan kebencanaan berbasis kolaborasi. Pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial dan masyarakat dinilai memiliki peran yang saling melengkapi dalam merespons kondisi darurat.
Pada kesempatan yang sama, Pemkot Ambon juga menerima dan menyalurkan bantuan berupa kursi serta tongkat melalui Baznas kepada warga yang membutuhkan.
Kontribusi Baznas dinilai membantu pemerintah memperluas jangkauan pelayanan sosial. Pemkot berharap dukungan tersebut terus berkembang, termasuk kemungkinan pengadaan kendaraan ambulans untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan sosial bagi masyarakat.
Bagi warga Hatukau, dukungan yang datang di tengah situasi sulit menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada evakuasi. Pemulihan kehidupan warga membutuhkan kepedulian dan kerja bersama dari berbagai pihak.
