Ambon,CahayaMediaTimut.com-Pemerintah Provinsi Maluku menargetkan pertumbuhan ekonomi 6,85 persen pada 2027 melalui penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Target tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Maluku dalam sambutan yang dibacakan Kepala Bappeda Maluku, Anthon Lailossa, pada Forum Lintas Perangkat Daerah di Zets Hotel Ambon, Kamis (5/3/2026).
Forum ini menjadi tahapan penting dalam penyusunan RKPD 2027, sekaligus menyinkronkan program dan kegiatan antar organisasi perangkat daerah.
Tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Maluku, sehingga dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan target pembangunan tercapai.
Selain pertumbuhan ekonomi 6,85 persen, pemerintah juga membidik tingkat kemiskinan turun ke 13,67 persen, tingkat pengangguran terbuka 5,8 persen, serta rasio gini pada kisaran 0,261–0,265.
Bagaimana strateginya? Pemerintah menetapkan tujuh prioritas pembangunan dengan tema “Penguatan Daya Saing Daerah dan Transformasi Ekonomi Inklusif Berbasis Potensi Lokal”.
Prioritas tersebut meliputi peningkatan nilai tambah sumber daya alam unggulan, pemberdayaan ekonomi produktif dan UMKM, penguatan infrastruktur dan konektivitas wilayah kepulauan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan tata kelola pemerintahan, pengendalian lingkungan, serta penguatan lembaga sosial berbasis kearifan lokal.
Pemerintah daerah juga mengingatkan tantangan global yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dan pembangunan daerah. Karena itu, koordinasi dan kolaborasi antarperangkat daerah dinilai krusial agar visi “Transformasi Menuju Maluku yang Maju, Adil dan Sejahtera Menyongsong Indonesia Emas 2045” dapat diwujudkan.
Forum lintas perangkat daerah ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari sebagai ruang penyelarasan program sebelum RKPD 2027 ditetapkan.
