Ambon,CahayaMediaTimur.com-Perang melawan stunting di Kota Ambon diminta tidak dimulai saat anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan. Fondasinya justru harus dibangun sejak dalam kandungan, dengan memastikan ibu hamil mendapat makanan bergizi, pemeriksaan kesehatan rutin, dan dukungan penuh keluarga.
Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan Stefanus Norimarna, saat membuka kegiatan pencegahan stunting yang melibatkan ibu hamil di Puskesmas Poka, Jumat (21/8/2026).
Norimarna mengatakan, masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan merupakan fase paling menentukan bagi masa depan seorang anak. Karena itu, intervensi pencegahan tidak boleh terlambat.
“Kalau berbicara stunting, kita bukan berbicara ketika anak sudah besar atau sudah dewasa. Kita berbicara tentang 1.000 hari pertama kehidupan. Itu penting, bahkan lebih penting dari apa pun,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kondisi ibu selama kehamilan memiliki kaitan erat dengan pertumbuhan janin. Kekurangan energi dan protein, termasuk minimnya asupan vitamin serta zat gizi lainnya, dapat berdampak terhadap tumbuh kembang anak.
Karena itu, Norimarna meminta ibu hamil tidak hanya mengandalkan pemberian vitamin atau suplemen. Menurutnya, makanan bergizi tetap menjadi dasar utama yang harus dipenuhi setiap hari.
“Kalau ibu mengalami kekurangan energi atau kekurangan protein, maka anak juga akan menerima dampaknya. Karena itu mama-mama harus menjaga kesehatan, makan dengan baik dan memenuhi kebutuhan gizi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan keluarga agar tidak menyerahkan seluruh tanggung jawab kesehatan ibu hamil kepada tenaga medis. Dukungan keluarga, terutama dalam menyediakan makanan bergizi dan memastikan ibu rutin memeriksakan kehamilan, sangat dibutuhkan.
Pemeriksaan kehamilan secara berkala, lanjut Norimarna, memungkinkan tenaga kesehatan memantau kondisi ibu dan janin serta melakukan intervensi lebih cepat jika ditemukan persoalan kesehatan atau gizi.
“Yang paling penting adalah 1.000 hari pertama kehidupan. Kalau itu kita perhatikan dengan baik, kita sedang menyiapkan generasi yang lebih sehat untuk masa depan,” katanya.
Norimarna menilai, pencegahan stunting bukan sekadar program kesehatan, melainkan investasi jangka panjang bagi Kota Ambon. Anak yang tumbuh sehat sejak awal kehidupan akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara optimal dan menjadi sumber daya manusia berkualitas.
Ia pun berharap kegiatan tersebut mampu membangun kesadaran ibu hamil dan keluarga bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sejak sekarang, bukan setelah masalah muncul.
“Harapan saya, dari sekian ibu yang ada di sini, anak-anak kita pada akhirnya bebas stunting,” ujarnya.
Norimarna turut mengapresiasi PT Pegadaian, POGI Wilayah Maluku, dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.
Menurutnya, persoalan stunting tidak mungkin ditangani pemerintah sendirian. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, kader, keluarga, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita membutuhkan kolaborasi semua pihak, agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran,” tandasnya.
