Ambon,CahayaMediaTimur.com-Menyambut tahun baru 2026, Pemprov Maluku menggelar apel perdana yang dipimpin langsung oleh Wakil . Gubernur Maluku Abdullah Vanath, di belakang halaman kantor Gubernur Maluku, Senin (5/1/2026). Dalam apel yang diikuti seluruh jajaran Pemprov Maluku.
Hari pertama berkantor pasca libur Natal dan Tahun Baru 2026 di lingkungan Kantor Gubernur Maluku,diwarnai rendahnya tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN).
Dari total 645 pegawai yang tersebar pada 17 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Kantor Gubernur Maluku, tercatat hanya 417 orang yang hadir. Sementara itu, sebanyak 228 ASN tidak masuk kerja pada hari perdana tersebut.
Adapun data kehadiran, ASN yang tidak hadir dengan keterangan sakit berjumlah 7 orang, cuti 18 orang, izin 11 orang, tugas dinas 9 orang, dan tugas belajar 6 orang. Adapun ASN yang tidak hadir tanpa keterangan mencapai 117 orang.
Apel perdana awal tahun kerja 2026 dipimpin oleh Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, di halaman Kantor Gubernur.
Dalam arahannya, Vanath menjelaskan bahwa Gubernur, Hendrik Lewerissa tengah melakukan kunjungan ke sejumlah OPD di luar lingkungan kantor gubernur, sehingga dirinya mendapat tugas untuk memimpin apel dan memberikan pengarahan.
Dirinya mengakui bahwa tahun sebelumnya dihadapkan pada berbagai tantangan dan berharap tahun ini situasi pemerintahan dapat berjalan lebih baik.
Menurut Wagub, tahun 2026 merupakan tahun yang berat bagi pemerintahan di semua level akibat kebijakan efisiensi secara nasional. Kondisi tersebut berdampak langsung pada daerah, termasuk berkurangnya ruang fiskal dan terganggunya perencanaan program OPD.
“Dalam situasi yang berat ini, kita harus tetap bekerja dengan semangat. Sistem harus berjalan. Pemerintahan tidak boleh bergantung pada orang per orang, tetapi pada sistem kerja yang tertib,” tegas Vanath.
Ia juga meminta seluruh pimpinan OPD untuk tetap menjaga, memimpin, dan mendelegasikan tugas secara proporsional kepada aparatur di unit kerja masing-masing. Vanath menekankan bahwa dirinya tidak menyukai pola kepemimpinan yang hanya mengawasi tanpa membangun sistem kerja yang baik.
Selain disiplin kerja, Wakil Gubernur mengingatkan ASN agar menjaga kesehatan, terutama bagi pegawai yang tercatat tidak hadir karena sakit.
“20 Februari merupakan 1 tahun pemerintahan bersama Gubernur, tentunya akan menghadapi tanggapan kritis. Itu sudah resiko menjadi pemimpin Dalam situasi berat ini. Meski demikian kalian harus tetap sehat, jaga keluarga sehat,”pesannya.
Ia juga menyinggung besarnya tekanan fiskal daerah akibat Dana Transfer Daerah tahun 2026 yang dinilai sangat memengaruhi belanja Pemerintah Provinsi Maluku dan pelaksanaan program OPD.
Menutup arahannya, Vanath meminta seluruh pimpinan OPD, termasuk Pelaksana Harian dan Badan Kepegawaian Daerah, untuk menertibkan dan mendisiplinkan pegawai di masing-masing unit kerja agar disiplin dapat terbangun secara menyeluruh.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku, Richie Huwae, memastikan bahwa nama-nama ASN yang tidak hadir pada hari pertama kerja akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan aturan disiplin Pegawai Negeri Sipil yang berlaku.




