Langgur,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku terus berkomitmen meningkatkan kualitas karakter warga binaan melalui penguatan aspek spiritual. Bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tual, Selasa (3/2/2026). Lapas Tual secara resmi mengintensifkan program pembinaan rohani khusus bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam.
Program ini dirancang bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebagai upaya pemulihan diri agar para warga binaan memiliki bekal mental dan spiritual yang kuat saat kembali ke masyarakat nantinya.
Kegiatan pembinaan yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas Lapas Tual ini mencakup beberapa materi utama yang dipandu langsung oleh penyuluh agama dari Kemenag Kota Tual: BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an): Memberantas buta aksara hijaiyah bagi warga binaan, Kajian Fiqih Ibadah: Pendalaman tata cara ibadah harian yang benar, Tausiyah Motivasi: Penguatan mental dan diskusi mengenai akhlakul karimah (perilaku terpuji).
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam proses rehabilitasi.
“Kami ingin menjadikan Lapas bukan hanya tempat menjalani masa hukuman, tapi juga sebagai pesantren kilat bagi mereka. Dukungan dari Kemenag Kota Tual sangat krusial untuk memastikan materi yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Nurchalis.
Pihak Kemenag Kota Tual juga menyambut baik langkah ini. Para penyuluh diterjunkan secara rutin untuk memberikan bimbingan intensif, dengan harapan nilai-nilai religius dapat menjadi kontrol diri bagi warga binaan agar tidak mengulangi kesalahan di masa lalu.
Ricky Dwi Biantoro, selaku Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku berharap dengan adanya pembinaan yang lebih intensif, bisa terciptanya suasana Lapas yang lebih kondusif, aman, dan penuh rasa kekeluargaan. Transformasi spiritual ini diharapkan menjadi modal utama bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat dan taat hukum setelah bebas nanti.
