Wahai,CahayaMediaTimur.com-Upaya memperkuat tata kelola organisasi dan kepemimpinan yang berintegritas, dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai dengan mengikuti Persepsi Mentor secara virtual bersama Pusat Pendidikan Administrasi (Pusdikmin) Polri sebagai wujud sinergitas antar lembaga dalam pengembangan kompetensi manajerial, Selasa (31/3).
Kegiatan yang bertujuan untuk menyamakan persepsi antara mentor dan peserta pelatihan Pusdikmin Polri dari jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) tak terkecuali Lapas Wahai itu, berfokus pada internalisasi nilai-nilai kepemimpinan yang tangguh, jujur, dan inovatif sesuai standar.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petugas adalah fondasi utama dalam penguatan disiplin dan pelayanan di lingkungan Pemasyarakatan. “Kolaborasi dengan Pusdikmin Polri ini sangat penting untuk membentuk mental kepemimpinan yang kuat, agar mewujudkan Pemimpin yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga tangguh secara manajerial. Melalui kegiatan ini kami akan lebih memantapkan tata kelola organisasi kedepan,” ujar Tersih sebagai peserta pelatihan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, selaku mentor memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa sinergi lintas instansi merupakan langkah strategis dalam mengakselerasi peningkatan SDM terkhusus di lingkungan pemasyarakatan. “Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang baik ini. Pola kepemimpinan dan kedisiplinan yang diterapkan oleh Polri sangat relevan untuk diadopsi oleh jajaran kami. Saya berharap peserta pelatihan kepemimpinan administrator dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius demi terciptanya tata kelola organisasi yang semakin solid dan akuntabel,” tegas Ricky.
Di sisi lain, Kepala Bagian Pendidikan dan Pelatihan Pusdikmin Polri, AKBP Fitri Syofiani, menjelaskan bahwa kegiatan penyamaan persepsi ini sangat krusial untuk menjamin kualitas output pelatihan. Menurutnya, keselarasan antara mentor dan peserta adalah kunci keberhasilan program.
“Peran mentor sangat vital dalam membimbing para peserta untuk menghasilkan inovasi yang aplikatif. Melalui persamaan persepsi ini, kita menyatukan visi agar standar kepemimpinan yang tangguh, disiplin, dan berintegritas tinggi benar-benar terinternalisasi dengan baik pada diri setiap peserta di jajaran Kemenimipas,” terang Fitri.
Melalui virtual meeting tersebut, diharapkan terwujudnya sinergi yang lebih erat antara Kemenimipas dengan Polri dalam mencetak aparatur-aparatur SDM kepemimpinan administrator yang PRIMA sesuai core value Kemenimipas yakni: Profesional, Responsif, Integritas, Modern dan Akuntabel.





