Praktik Pengolahan Tempe Dan Keripik Singkong: Lapas Ambon Dorong Kemandirian Warga Binaan

oleh -13 views

AMBON,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon menyelenggarakan praktik pembuatan tempe dan keripik singkong bagi warga binaan sebagai bagian dari program kemandirian dan pemberdayaan ekonomi, Kamis (10/7/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan CV. Jasa Indah Mandiri, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis warga binaan agar siap mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
Praktik hari pertama berlangsung di ruangan Kegiatan Kerja (Giatja) mencakup dua bidang utama, yakni:
Pengolahan kedelai menjadi tempe, mulai dari proses fermentasi hingga teknik produksi
Pembuatan keripik singkong, dari tahap pemilihan bahan hingga pengolahan menjadi produk siap jual
Para peserta mendapat kesempatan praktik langsung, didampingi oleh tenaga ahli dari CV. Jasa Indah Mandiri dan petugas lapas yang melakukan pengawasan ketat selama kegiatan berlangsung.

Kalapas Ambon, Herliadi, menyampaikan bahwa pelatihan ini selaras dengan visi kemandirian bangsa dan diharapkan menjadi bekal penting bagi warga binaan dalam membangun usaha rumahan setelah bebas. Tak hanya membekali keterampilan teknis, pelatihan ini juga meliputi, Manajemen produksi, Penerapan standar kebersihan dan Pengemasan produk agar memiliki nilai jual yang tinggi.

“Pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan visi kemandirian bangsa. Kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang tidak hanya relevan, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi, agar mereka siap membangun usaha mandiri dan berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas,” ujar Kalapas Ambon.

Disamping itu salah seorang instruktur, Jumi Takimpo, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi titik awal bagi warga binaan untuk melihat potensi diri mereka dan terus mengembangkan keterampilan yang telah dipelajari. Semoga nantinya mereka tidak hanya mampu menjalankan usaha secara mandiri, tetapi juga ikut menciptakan lapangan kerja di lingkungan sekitar, menjadi bagian dari pembangunan ekonomi yang inklusif.

“Kami tidak hanya mengajarkan cara membuat tempe dan keripik singkong, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman manajemen produksi dan pengemasan agar produk mereka mampu bersaing di pasar. Antusiasme warga binaan menjadi bukti bahwa keterampilan ini benar-benar mereka butuhkan untuk membangun masa depan yang lebih mandiri,” ujar Jumi Takimpo.

Hasil produksi selama pelatihan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal Lapas Ambon serta dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Inisiatif ini tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan individu, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tambahan serta mendukung ketahanan pangan lokal.

Program pelatihan ini merupakan implementasi dari akselerasi program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam mendorong pemberdayaan warga binaan melalui pengembangan produk UMKM.
Dengan semangat antusiasme yang tinggi dari peserta, Lapas Ambon berharap pelatihan ini menjadi titik awal lahirnya wirausaha-wirausaha baru dari kalangan warga binaan yang siap berkontribusi positif bagi masyarakat ketika mereka kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.