Namlea,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea terus berupaya menjaga keberlangsungan budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok sebagai program pembinaan kemandirian unggulan bagi warga binaan. Upaya tersebut dilakukan dengan melakukan treatment khusus dan efektif salah satunya dengan memberikan perlakuan probiotikasi kolam bioflok, Jumat (30/10).
Kepala Subseksi Pembinaan, Sofian Ahmad, menjelaskan probiotikasi adalah proses pemberian atau penerapan probiotik ke dalam lingkungan budidaya, seperti kolam ikan, untuk membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme dan meningkatkan kualitas air.
“Dalam proses probiotikasi kolam bioflok, garam kasar berfungsi membantu menjaga keseimbangan elektrolit dan mineral dalam air serta mendukung kondisi fisiologis ikan agar tidak mudah mengalami stres akibat perubahan lingkungan. Sementara itu, molase (tetes tebu) berfungsi sebagai sumber karbon atau makanan bagi bakteri heterotrof untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakannya,” jelas Sofian.
Ia menambahkan saat Lapas Namlea membudidayakn 4000 ekor Ikan Nila sehingga memerlukan treatment dan perawatan secara rutin agar Ikan tetap tumbuh dan berkembang dengan produktif serta menghindari turunnya populasi ikan. “Kita terus menjamin bahwa program budidaya perikanan berjalan secara terus-menerus karena merupakan bagian dari dukungan ketahanan pangan dari Lapas Namlea. Selain itu budidaya air tawar ini membantu memberikan pengalaman bermanfaat bagi warga binaan dalam mengasah skill dan keterampilan berbasis ekonomi,” tambah Sofian.
Hal senada juga disampaikan Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy. Menurutnya, membudidayakan ikan nila perlu konsistensi dan ketekunan agar budidaya terus berjalan. “Selain pertanian, perikanan juga merupakan kluster pembinaan kemandirian yang sangat kami banggakan dan perhatikan. Budidaya ini memiliki prospek menjanjikan kedepannya apabila terus dikembangkan baik bagi Lapas dan warga binaan,” tuturnya.
