Rutumalessy:Kami Media Lakukan Fungsi Kontrol, Bukan Cari Muka,Fakta di Lapangan Kerja Nyata Ketua TP-PKK Kabupaten SBB 

oleh -0 views

Piru,CahayaMediaTimur.com-Tokoh pemuda Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Mozes Rutumalessy, membantah tudingan yang menyebut dirinya mencari muka kepada Ketua Tim Penggerak PKK SBB, Yeni Rosbayani, maupun Bupati SBB, Asri Arman. Ia menyebut tudingan tersebut sebagai sesuatu yang tidak berdasar dan bahkan terasa lucu.

 

Mozes mengatakan, tudingan itu muncul setelah dirinya menyampaikan pernyataan membela Yeni Rosbayani terkait isu dugaan penyelewengan anggaran TP PKK SBB yang beredar di salah satu media online.

 

Menurutnya, pernyataan yang ia sampaikan semata-mata berdasarkan fakta dan realitas yang ia lihat langsung di lapangan dan kami media melakukan fungsi kontrol, bukan untuk mencari perhatian atau keuntungan pribadi dari pihak manapun.

 

“Saya membaca berita tersebut dan merasa lucu, karena saya bukan tipikal orang seperti yang digambarkan. Pernyataan yang saya sampaikan untuk membela Ibu Yeni Rosbayani dan Bapak Bupati Asri Arman murni berdasarkan fakta di lapangan, dan saya tidak mengharapkan imbalan apa pun dari mereka,” ujar Mozes.

 

Ia juga menyinggung situasi yang terjadi tahun lalu ketika dirinya berdiri membela Bupati SBB. Menurut Mozes, saat itu ada sejumlah orang seperti AP dan FB yang mengaku sebagai pihak dekat dengan bupati dan Ketua TP PKK merasa tersinggung hingga akhirnya memilih menjadi oposisi.

 

Mozes menilai, kekecewaan AP dan FB tersebut diduga karena mereka tidak lagi memiliki akses terhadap fasilitas Pemkab SBB, seperti kamera dan lainnya, atau pengaruh yang sebelumnya mereka miliki di lingkungan pemerintahan daerah.

 

Ia bahkan menuding adanya praktik kotor yang dilakukan dengan menjual nama Bupati dan Ketua TP PKK kepada sejumlah pejabat seperti kepala puskesmas, kepala sekolah, guru hingga kepala desa, dengan tujuan mendapatkan keuntungan pribadi.

 

“Mereka menekan para pejabat dengan ancaman akan dicopot atau dipindahkan jika tidak mengikuti kemauan mereka. Hal-hal seperti ini yang akhirnya merusak kepercayaan,” kata Mozes.

 

Terkait polemik perpanjangan masa jabatan Penjabat Kepala Desa Lokki, Reisen Salawane, Mozes menjelaskan bahwa dirinya pernah menyampaikan langsung aspirasi masyarakat kepada Bupati SBB, yang juga disaksikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

 

Ia menegaskan bahwa keputusan akhir terkait perpanjangan jabatan tersebut merupakan hak prerogatif bupati, sehingga seharusnya perangkat dinas terkait menjalankan keputusan tersebut sesuai mekanisme birokrasi.

 

“Harusnya Kadis Pemdes ikut perintah Bupati. Tapi sebaliknya dia menentang dengan memasukan nama orang lain untuk dilantik,” tegasnya.

 

Mozes juga menanggapi isu yang menyebutkan adanya dugaan penggelapan dana bantuan pemerintah pusat melalui program TEKAD senilai Rp90 juta oleh Reisen Salawane. Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi yang ia temui di lapangan.

 

Menurutnya, dana tersebut justru telah masuk ke rekening kelompok penerima dan bahkan sudah digunakan untuk melakukan pemesanan bahan kebutuhan kelompok yang nilainya mencapai sekitar Rp93 juta.

 

Mozes menambahkan, aspirasi yang ia sampaikan mengenai Desa Lokki merupakan amanat masyarakat setempat, yang diperkuat dengan dukungan tertulis dari enam kepala dusun di wilayah tersebut.

 

Ia menilai polemik yang terjadi saat ini diduga dipicu oleh sekelompok kecil pihak di bawah pengaruh AP dan FB, yang tidak puas dengan kepemimpinan Reisen Salawane sebagai penjabat kepala desa, terutama karena dianggap terlalu memperhatikan masyarakat Binongko di wilayah tersebut.

 

“Isu penyelewengan dana TEKAD itu seribu persen fitnah. Bahkan ada yang sampai mengatakan itu sudah menjadi temuan BPK, padahal faktanya tidak demikian,” kata Mozes menutup keterangannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.