Namlea,CahayaMediaTimur.com-Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menorehkan prestasi gemilang setelah masuk 10 besar peserta terbaik pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IX yang diselenggarakan Pusat Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Negara Republik Indonesia (PUSDIKMIN POLRI), di Bandung, Jumat (31/7).
Capaian tersebut diraih setelah Kalapas Namlea seminarkan Laporan Hasil Aksi Perubahan berjudul “Maju Lapanam : Optimalisasi Program Pembinaan Kemandirian Pengolahan Minyak Kayu Putih Khas Pulau Buru Menjadi Produk Unggulan Ketahanan Pangan pada Lapas Namlea.
Marasabessy merasa rasa bangganya atas prestasi yang diraihnya dan menyampaikan pencapaian ini merupakan buah kerja keras dari seluruh jajaran Lapas Namlea yang telah mendukung implementasi aksi perubahan selama pelaksanaan PKA dari Mei hingga akhir Juli tersebut.
“Raihan ini adalah hasil yang begitu membanggakan dan menjadi pencapaian seluruh jajaran Lapas Namlea yang telah memberikan support yang luar biasa selama kegiatan PKA ini,” ucap Kalapas Namlea.
Ia menjelaskan bahwa aksi perubahan yang digagasnya merupakan program unggulan Lapas Namlea dalam pembinaan kemandirian warga binaan. Program ini dirancang untuk memanfaatkan potensi lokal Pulau Buru, yakni minyak kayu putih, sebagai produk yang memiliki nilai tambah sekaligus mendukung ketahanan pangan.
“Salah satu program pembinaan yang kami galakkan di bidang industri UMKM adalah pengolahan minyak kayu putih. Oleh karena itu, program ini kami pilih sebagai aksi terobosan dalam pelatihan PKA untuk mendukung kreativitas warga binaan di balik jeruji agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas,” ujar Marasabessy.
Ia berharap aksi perubahan yang digagasnya selaras dengan nilai-nilai dan core values yang diperoleh selama pelatihan, di antaranya kepemimpinan kolaboratif, inovasi, akuntabilitas, orientasi pada hasil, dan pelayanan publik.
“Kolaborasi kami laksanakan bersama Disperindag dan Disnakertrans untuk memperkenalkan produk kami. Yang didukung penuh juga oleh Pemda Kab. Buru. Selanjutnya, kami melakukan rebranding merek menjadi MAJU LAPANAM sebagai merek baru minyak kayu putih Lapas Namlea. Terakhir, kami berkolaborasi dengan UMKM lokal untuk mempromosikannya secara lebih luas kepada masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menyampaikan apresiasinya prestasi dan program aksi perubahan yang diusung Kalapas Namlea.
“Kami selaku Mentor turut berbangga atas capaian dari Kalapas Namlea. Program ini adalah inovasi kreatif yang relevan dengan visi pemasyarakatan dalam memberdayakan warga binaan untuk menghasilkan produk UMKM. Semoga kedepannya terus berjalan dan berkembang menjadi program menjanjikan dalam pembinaan warga binaan ,” harapnya.
