Langgur,CahayaMediaTimur.com-Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, kreativitas dan semangat kemandirian tumbuh subur melalui program pembinaan keterampilan seni ukir. Warga binaan di Lapas Tual kini sukses memproduksi kerajinan prasasti dan batu nisan bernilai seni tinggi yang tidak hanya diminati pasar lokal, tetapi juga menjadi bukti nyata adanya harapan dan perubahan, Senin (08/12).
Program UMKM ini digagas sebagai bagian dari upaya reintegrasi sosial, memberikan bekal keterampilan yang relevan bagi warga binaan agar siap kembali ke masyarakat setelah masa hukuman usai.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menjelaskan respons pasar terhadap produk batu nisan dan prasasti ukir ini sangat positif, membuktikan kualitas hasil karya warga binaan mampu bersaing. “Setiap karya yang dihasilkan memiliki nilai seni dan ketelitian tinggi. Ini menunjukkan dedikasi mereka dalam belajar dan berkarya. Omzet penjualan pun cukup menjanjikan dan memberikan pemasuran bagi Lapas serta premi bagi warga binaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasubsi Giatja, L. Laitera, mengatakan tantangan utama adalah mengubah mentalitas dan menumbuhkan rasa percaya diri pada para peserta program. Namun, dengan pendampingan intensif, kini mereka mahir mengoperasikan alat potong dan ukir, menghasilkan produk yang rapi dan presisi. “Kami memastikan standar kualitas tetap terjaga. Pembinaan kemandirian seperti ini esensial karena memberikan mereka keterampilan nyata yang bisa langsung diaplikasikan begitu mereka bebas nanti. Ini adalah wujud kreativitas tanpa batas yang kami fasilitasi di sini,” tutup Laitera, penuh harap.
Melalui program UMKM ini, Lapas Tual tidak hanya menjalankan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga berperan aktif dalam mencetak wirausahawan baru dari balik jeruji, membuktikan bahwa kesempatan untuk berubah dan berkarya selalu ada bagi siapa saja.




