Langgur,CahayaMediaTimur.com-Suasana khusyuk menyelimuti Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku. Puluhan warga binaan tampak duduk bersimpuh mendengarkan untaian nasihat dalam kegiatan bimbingan rohani yang menghadirkan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kei Kecil sebagai penceramah utama, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin digelar Lapas Tual guna memperkuat mental dan spiritual para warga binaan selama menjalani masa pidana.
Dalam tausiahnya, Kepala KUA Kei Kecil, Ustad Mukhlis Rahayaan menyampaikan pesan mendalam mengenai makna “Hijrah dan Kesempatan Kedua”. Beliau menekankan bahwa setiap manusia pernah berbuat salah, namun sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah mereka yang mau bertaubat dan memperbaiki diri.
“Lapas bukanlah akhir dari segalanya, melainkan tempat untuk muhasabah atau introspeksi diri. Jadikan waktu di sini sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta agar saat bebas nanti, saudara-saudara memiliki pondasi iman yang kokoh,” ujar beliau di hadapan para jamaah.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran pihak KUA Kei Kecil. Sinergi ini dianggap krusial karena pembinaan warga binaan tidak hanya soal keterampilan fisik (seperti pembuatan kue bolu), tetapi juga pembersihan jiwa.
Beberapa poin utama yang ditekankan dalam pembinaan ini meliputi: Pentingnya Shalat Lima Waktu: Sebagai sarana kendali diri dari perbuatan buruk, Sabar dalam Ujian: Menjalani masa hukuman dengan lapang dada sebagai bentuk penggugur dosa, Menjaga Silaturahmi: Mempersiapkan diri untuk kembali diterima dengan baik oleh keluarga dan masyarakat.
Respon positif terlihat dari antusiasme warga binaan saat sesi tanya jawab. Banyak di antaranya berkonsultasi mengenai hukum agama dan tata cara memperbaiki ibadah yang selama ini mungkin terabaikan. Melalui tausiah ini, diharapkan tingkat stres di dalam Lapas dapat berkurang dan berganti dengan semangat optimisme untuk masa depan yang lebih baik.






