Saparua,CahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian warga binaan melalui penguatan budaya literasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi budaya literasi dan manfaatnya dalam kehidupan sosial yang dilaksanakan oleh peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan Batch II Tahun 2025 kepada warga binaan, pada Rabu, 21/1.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di ruang pembinaan Lapas Kelas III Saparua dan diikuti oleh warga binaan dengan tertib dan penuh antusias. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi sebagai bekal pengembangan diri, peningkatan pola pikir kritis, serta kemampuan berinteraksi dan beradaptasi dalam kehidupan bermasyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif di bawah pengawasan petugas lapas.
Dalam pelaksanaannya, peserta magang Kemnaker Batch II Tahun 2025 menyampaikan materi secara komunikatif dan mudah dipahami. Budaya literasi dijelaskan tidak hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai kebiasaan berpikir kritis, kemampuan memilah informasi, serta memanfaatkan pengetahuan secara bijak dalam kehidupan sehari hari. Penyampaian materi disertai contoh sederhana yang relevan dengan kehidupan sosial warga binaan.
La Mindra Darakai selaku pemateri menegaskan bahwa literasi memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan sikap sosial. “Budaya literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi kebiasaan berpikir kritis, memilah informasi, dan menggunakannya secara bijak dalam kehidupan sosial. Dengan literasi, warga binaan diharapkan mampu memahami informasi secara utuh, terhindar dari hoaks, serta lebih siap mengambil keputusan yang tepat saat kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta kendala yang dihadapi terkait minat baca dan kebiasaan literasi. Antusiasme terlihat dari keaktifan warga binaan dalam mengikuti jalannya diskusi.
Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kegiatan sosialisasi budaya literasi ini kami pandang sangat penting karena literasi tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk cara berpikir dan sikap warga binaan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap warga binaan dapat memanfaatkan masa pembinaan dengan hal hal yang positif, terus belajar, dan mempersiapkan diri agar ketika kembali ke masyarakat mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas III Saparua berharap budaya literasi dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari keseharian warga binaan, serta mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang edukatif, humanis, dan berorientasi pada perubahan perilaku yang positif.
