Sukses Kemandirian Pangan, Warga Binaan Lapas Wahai Kembali Budidaya Tomat Varietas Unggul

oleh -0 views

Wahai,CahayaMediaTimur.com-Sukses produksi berbagai usaha tani sebagai bentuk kemandirian pangan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali tunjukkan konsistensinya dalam meningkatkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Kali ini, Lapas Wahai laksanakan pembibitan tanaman buah tomat varietas unggul dengan metode konvensional melalui polybag di sekitar area kebun hidroponik dalam Lapas, Kamis (16/4).

 

Kepala Lapas, Tersih Victor Noya, menyampaikan penanaman menggunakan polybag karena disesuaikan untuk lahan sempit, namun sangat efisien dan populer dalam pertanian urban saat ini. Sama dengan hidroponik, polybag menjadi solusi keterbatasan lahan.

 

“Kami terus mendorong Warga Binaan untuk aktif dalam kegiatan positif dan inovatif yang memberikan bekal keterampilan. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh bermanfaat bagi mereka setelah kembali ke masyarakat, apalagi bila lahannya sempit. Tahapan yang dilakukan hari ini adalah dukungan kemandirian pangan di masa mendatang,” ujar Tersih.

 

Sementara itu, staf pembinaan, Frans Tepal, menjelaskan dari total 735 bibit tomat yang dibudidayakan, hasil panen diperkirakan mencapai kurang lebih 50 kilogram dalam satu kali panen dengan frekuensi panen dilakukan secara bertahap hingga sekitar 15 kali masa panen. “Tanaman tomat mulai dapat dipanen pada usia dua bulan dan terus berproduksi hingga masa produktif tanaman berakhir.” jelasnya.

 

Salah satu Warga Binaan berinisial DS turut menyampaikan antusiasmenya dalam kegiatan tersebut. “Kegiatan ini menambah semangat kami untuk kembali bertanam, khususnya tanaman tomat yang sebelumnya juga berhasil kami panen dengan hasil yang sangat memuaskan,” tuturnya.

 

Upaya yang dilakukan Lapas Wahai merupakan perwujudan nyata fungsi Pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan searah, tetapi juga pemberdayaan Warga Binaan secara terarah agar menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat. Hasil panen nantinya dari pembibitan ini diproyeksikan mendukung kebutuhan pangan, baik untuk dapur Lapas sebagai kemandirian pangan maupun meningkatkan kontribusi pangan lokal bagi masyarakat setempat.