Syahrizal:ini Berita Baik,Demi Mendorong Daya Beli Masyarakat, Suku Bunga Kredit Pinjaman Bank Maluku Turun 

oleh -0 views

Ambon,CahayaMediaTimur.com-PT Bank Pembangunan daerah Maluku- Malut secara resmi mengambil kebijakan untuk memangkas suku bunga kredit pinjaman demi mendorong daya beli masyarakat.

 

Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrizal Imbar, menyampaikan suku bunga kita turunkan. Jadi kita turunkan suku bunga, bukan berlaku hanya untuk sesaat, ini berlaku seterusnya,” ujar Syahrizal saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Bank Maluku Malut, Ambon, Selasa (20/10/2026).

 

Salah satu program unggulan yang tengah berjalan saat ini adalah Paket Hitam Manis. Program promo tersebut dirancang khusus bagi nasabah yang ingin mengajukan kredit baru, maupun nasabah yang mengaktifkan layanan digital seperti M-Banking dan fasilitas QRIS Bank Maluku Malut.

 

Dirut menjelaskan, langkah ini sejalan dengan komitmen strategis bank sepanjang tahun 2026.

Sasaran utamanya mencakup Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai swasta, pensiunan, hingga masyarakat luas di seluruh Maluku dan Maluku Utara,beber Syahrizal.

 

“Ini berita baik. Dalam rangka HUT, Bank Maluku Malut menurunkan suku bunga kredit pinjaman. ” Lanjutnya, selain memberikan stimulus di sektor pembiayaan, Bank Maluku Malut juga memperkuat terobosan bisnis dan memperluas jaringan transaksi digital.

 

Dikatakan, dua terobosan utama yang sedang digodok yakni pengembangan program keagenan Laku Pandai dan penyediaan kanal pembayaran QRIS mandiri, ucap Dirut.

 

Lewat program Laku Pandai, pelayanan perbankan dapat menjangkau masyarakat tanpa harus membuka kantor cabang baru.

 

Sementara itu, peluncuran barcode QRIS mandiri bertujuan untuk menjaga agar arus dana transaksi nasabah berputar penuh di dalam ekosistem Bank Maluku Malut.

 

“Selama ini nasabah kami hanya tapping di barcode bank lain, sehingga uangnya masuk ke sana. Sekarang kita akan launching, perizinannya sedang diurus. Jadi terus kita kembangkan,” tambahnya.

 

Pihaknya berharap, berbagai pembenahan di sektor teknologi, peningkatan pelayanan, dan optimalisasi fungsi intermediasi kredit ini dapat berjalan sejajar dengan iklim ekonomi yang makin kondusif.