Ambon,CahayaMediaTimur.com-Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di tengah masyarakat dipastikan tidak benar.
Dr. Michael Wattimena, S.E, S.H., MM Komisaris PT Pertamina International Shipping dan Tenaga Ahli Menteri ESDM RI,menegaskan bahwa warga Maluku tidak perlu panik karena pemerintah telah melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas).
Hasil koordinasi tersebut memastikan bahwa harga BBM tidak mengalami kenaikan pada 1 April, sehingga masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
BMW menyampaikan, kepanikan masyarakat justru dapat menimbulkan dampak negatif, seperti antrean panjang di SPBU akibat pembelian berlebihan atau panic buying. Padahal, kondisi stok BBM di wilayah Maluku saat ini masih aman dan distribusi berjalan normal tanpa kendala.
“Tidak perlu panik. BBM tetap tersedia dan tidak ada kenaikan harga pada 1 April,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.
Pemerintah, lanjutnya, terus melakukan pengawasan serta koordinasi guna menjaga stabilitas pasokan energi di daerah.
Sejalan dengan itu, berbagai pihak terkait juga memastikan bahwa stok BBM di Maluku mencukupi dan tidak mengalami gangguan distribusi.
Dengan adanya kepastian ini, masyarakat diharapkan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa kekhawatiran berlebihan, serta membeli BBM sesuai kebutuhan.
