Tidak Hanya Fokus Pada Pembinaan Kemandirian,Lapas Namlea Lakukan Kultum Rutin Selasa Kamis

oleh -0 views

NAMLEA,CahayaMediaTimur.com-Tidak hanya fokus dalam pembinaan kemandirian saja, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku juga berupaya membentuk karakter warga binaan menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa lewat pembinaan kerohanian rutin yang dijalankan setiap hari Selasa dan Kamis.

 

Sebagaimana yang terlihat pada Kamis (24/7), warga binaan Lapas Namlea beragama Islam mengikuti bimbingan rohani bertajuk kuliah tujuh menit (kultum) yang berlangsung di Masjid Sultan Al-Akhyar.

 

Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin menjelaskan kultum atau ceramah singkat itu adalah salah satu cara untuk membimbing dan memberikan motivasi spiritual kepada warga binaan agar semakin mengenal dan lebih dekat dengan agama.

 

“warga binaan perlu diberikan spiritual quotient untuk membina karakter dan akhlak mereka selama menjalani masa hukumannya disini. Kami menginginkan warga bisa memperbaiki dirinya lebih baik dan membenahi kepribadiannya sehingga lebih dekat dengan agama dan sang pencipta,” ujar Mustafa.

 

Mengingat pembinaan kerohanian merupakan salah satu hak dasar warga binaan sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 9 huruf a Undang-Undang Pemasyarakatan Nomor 22 Tahun 2022, Ia dan jajaran subseksi pembinaan akan terus menggalakkan pembinaan kerohanian secara rutin.

 

“Hak mereka sudah menjadi kewajiban kami disini untuk memenuhinya termasuk mendapatkan perawatan rohani. Giat ini sudah menjadi bagian dari program yang akan terus berkelanjutan dan berkesinambungan,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Lapas Namlea, M. M. Marasabessy menjelaskan agar pembinaan kerohanian tersebut semakin optimal dan efektif, Lapas Namlea sedang berupaya membangun kembali kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buru dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

 

“Beberapa waktu yang lalu kita sudah dihubungi pihak Kemenag terkait kerja sama pembinaan ini. Nantinya kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dan membahas rencana pengadaan para pemuka agama dan penyuluh kerohanian islam untuk kembali dilibatkan lagi dalam kegiatan pembinaan kerohanian yang kami laksanakan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.