Tingkatkan Akhlak Warga Binaan di Bulan Ramadan, Lapas Wahai Konsisten Gelar Yasinan

oleh -1 views

Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali gelar Yasinan bersama Warga Binaann, Kamis (5/3) malam. Kegiatan yang dipusatkan di Musala At-Taubah Lapas Wahai ini menjadi pembinaan kerohanian dan akhlak yang makin dimaknai secara khusus di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

 

Dengan penuh kekhusyukan, Warga Binaan membaca Surah Yasin, dilanjutkan dengan doa bersama dan lantunan zikir yang dipimpin oleh Majelis Taklim At-Taubah Lapas Wahai, La Joi. Nuansa malam Jumat yang bertepatan dengan bulan Ramadan tersebut menghadirkan suasana yang lebih khidmat, menumbuhkan ketenangan batin, sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan di tengah masa pembinaan.

 

La Joi menjelaskan Yasinan merupakan salah satu bentuk pembinaan mental dan spiritual bagi Warga Binaan. “Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak Warga Binaan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt, terlebih di bulan Ramadan. Momentum ini sangat baik untuk memperbanyak ibadah dan menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

 

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan pembinaan keagamaan menjadi salah satu fokus utama dalam proses pembinaan di Lapas. “Kegiatan keagamaan seperti Yasinan terus kami dorong agar Warga Binaan memiliki pegangan spiritual selama menjalani masa pidana. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan bekal moral yang memadai sehingga harapan untuk berubah terus tumbuh, apalagi di bulan Ramadan. Dengan pembinaan rohani yang konsisten, kami berharap mereka memperbaiki diri dan siap kembali ke masyarakat dengan membawa perubahan yang positif,” harapnya.

 

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menyampaikan apresiasinya terhadap pembinaan keagamaan yang dilakukan Lapas Wahai di bulan Ramadan. “Pembinaan kerohanian seperti ini merupakan bagian penting dari proses Pemasyarakatan. Dengan penguatan nilai-nilai spiritual, diharapkan mereka membangun kesadaran diri, memperbaiki akhlak, dan mempersiapkan diri untuk reintegrasi sosial,” tuturnya.

 

Melalui kegiatan kerohanian yang dilaksanakan secara konsisten di Musala At-Taubah, Lapas Wahai terus berupaya menghadirkan lingkungan pembinaan yang seimbang, baik secara jasmani maupun rohani, demi mendukung terwujudnya tujuan Sistem Pemasyarakatan.