Langgur,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui optimalisasi unit bisnis cuci steam kendaraan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Selain sebagai wadah pelatihan keterampilan, unit ini kini menjadi salah satu sumber Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dikelola secara profesional dan mandiri, Rabu (11/03).
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari akselerasi pembinaan untuk memastikan warga binaan memiliki modal keahlian yang nyata saat bebas nanti. “Kami ingin memastikan bahwa setelah bebas nanti, warga binaan memiliki modal keterampilan yang konkret. Usaha cuci steam ini melatih mereka untuk disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki etika pelayanan yang baik kepada pelanggan,” ujarnya.
Pengelolaan teknis dan keuangan diawasi oleh Kasubsi Giatja Lapas Tual, L. Laitera, yang menjelaskan bahwa hasil pendapatan dikelola transparan. “Seluruh pendapatan dikelola secara mandiri oleh tim Giatja. Sebagian disetorkan sebagai PNBP, sementara sebagian lainnya kami bagikan kepada Warga Binaan sebagai premi atau upah kerja atas jerih payah mereka. Ini adalah bentuk apresiasi sekaligus modal bagi mereka saat bebas nanti,” ungkapnya.
Kualitas layanan yang profesional juga diakui oleh masyarakat sekitar, Petra, salah satu konsumen yang rutin membawa kendaraannya ke SAE Lapas Tual, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan. “Selain hasilnya yang sangat bersih dan rapi, harganya juga sangat bersahabat. Saya merasa senang karena dengan mencuci di sini, saya juga ikut mendukung program pembinaan bagi saudara-saudara kita di dalam Lapas,” tuturnya.
Dengan pengelolaan yang semakin modern dan mandiri, Lapas Tual optimis dapat melampaui target PNBP tahun 2026 sekaligus mencetak Warga Binaan yang siap berwirausaha di tengah masyarakat.
