Utamakan Hak Asasi Manusia, Salah Satu Warga Binaan Lapas Wahai Dirujuk ke Puskesmas Perawatan

oleh -0 views

Wahai,CahayaMediaTimur.com-Pastikan hak atas layanan kesehatan terpenuhi secara optimal sebagai bagian dari hak asasi manusia, seorang Warga Binaan berinisial MH di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai mendapatkan perawatan medis lanjutan, Senin (6/7). Warga Binaan tersebut dirujuk ke Puskesmas Perawatan Wahai setelah petugas medis Lapas melihat gejala adanya komplikasi ulkus diabetik.

 

Perawat Lapas Wahai, Fajar Pradhana Wisady, menjelaskan keputusan untuk merujuk Warga Binaan MH diambil setelah melihat kondisi luka yang memerlukan tindakan debridemen atau pembersihan jaringan mati dan pemantauan kadar gula darah secara berkala. “Saat kami lakukan pemeriksaan rutin, terdapat luka terbuka pada bagian celah bokong Warga Binaan tersebut yang tak kunjung sembuh sehingga menyebabkan yang bersangkutan tidak bisa duduk dan hanya bisa berbaring. Karena keterbatasan alat di klinik kami untuk penanganan luka infeksi kronis yang dikira seperti bisul ini, maka kami segera merekomendasikan rujukan agar pasien mendapatkan perawatan spesifik,” terangny.

 

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, membenarkan adanya proses rujukan tersebut. Menurutnya, langkah ini merupakan prosedur darurat sekaligus wujud kepedulian institusi terhadap kesehatan Warga Binaan.

 

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Ulkus diabetik memerlukan penanganan intensif dari dokter dan fasilitas yang lebih memadai agar tidak terjadi infeksi yang lebih parah. Ini adalah komitmen kami dalam memastikan hak kesehatan Warga Binaan terpenuhi secara layak,” tegas Tersih.

 

Proses rujukan ini berjalan lancar berkat adanya sinergi dan perjanjian kerja sama yang telah terjalin antara Lapas Wahai dengan Puskesmas Perawatan Wahai. Selama proses evakuasi menuju puskesmas, Warga Binaan tersebut dikawal ketat oleh petugas pengamanan Lapas dan didampingi langsung oleh tenaga kesehatan Lapas.

 

Sebelumnya, Lapas Wahai memang tengah menggencarkan program peningkatan layanan medis SAPA-BINA yang secara rutin menyambangi blok-blok hunian untuk mendeteksi dini masalah kesehatan para penghuni. Mengingat lokasi Lapas Wahai yang cukup jauh dari ibu kota Kabupaten Maluku Tengah, kerja sama proaktif dengan puskesmas setempat dinilai sebagai strategi vital.

 

Saat ini, Warga Binaan MH masih menjalani perawatan intensif untuk penyembuhan di ruang inap Puskesmas Perawatan Wahai dengan pengawasan medis dan penjagaan petugas. Lapas Wahai berharap kondisi kesehatan Warga Binaan tersebut segera membaik dan stabil agar kembali menjalani masa pidananya dengan normal. Langkah responsif ini sekaligus menegaskan keterbatasan fasilitas di Lapas bukan menjadi penghalang untuk memberikan pelayanan kemanusiaan dan jaminan kesehatan prima bagi setiap Warga Binaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.