Langgur,CahayaMediaTimur.com-Jeruji besi bukan penghalang bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku untuk terus berinovasi. Melalui program pembinaan kemandirian, para warga binaan kini aktif mengembangkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan memproduksi kue tradisional Dadar Gulung, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan bagian dari komitmen Lapas Tual dalam membekali warga binaan dengan keterampilan kewirausahaan agar siap kembali ke masyarakat.
Setiap harinya, dapur kerja Lapas Tual tampak sibuk. Para warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan tata boga mengolah bahan-bahan berkualitas untuk menciptakan dadar gulung dengan tekstur kulit yang lembut dan isian unti kelapa yang manis alami.
Seluruh proses pembuatan diawasi ketat untuk memastikan kebersihan produk, warga binaan dilatih mulai dari teknik mencampur adonan hingga teknik menggulung yang rapi, hasil produksi ini kemudian didistribusikan secara internal maupun memenuhi pesanan dari luar.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk menghapus stigma negatif dan membuktikan bahwa warga binaan memiliki potensi besar untuk berkontribusi secara ekonomi. “Kami ingin mereka keluar dari sini bukan hanya membawa surat bebas, tapi juga membawa keahlian nyata yang bisa menjadi sumber penghidupan keluarga,” ujar Nurchalis.
Antusiasme warga binaan pun terlihat tinggi. Mereka mengaku senang bisa belajar berbisnis sejak di dalam Lapas, sehingga memiliki rasa percaya diri untuk membuka usaha UMKM serupa saat masa pidana mereka berakhir.






