Warga Binaan Tamping Kebun Rawat Pakcoy Lapas Saparua

oleh -0 views

Saparua,CahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua terus menunjukkan komitmen dalam sektor kemandirian pangan. Warga binaan yang bertugas sebagai tamping kebun menjaga dan merawat tanaman sayur pakcoy di area kebun lapas. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, Kamis, 02/04/2026.

 

Sejak pagi hari, warga binaan tamping kebun terus aktif melakukan perawatan tanaman dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan utama yang dilakukan berupa penyiraman tanaman pakcoy secara merata guna memastikan pertumbuhan yang optimal. Penyiraman dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanah serta kebutuhan air tanaman agar kelembapan tetap terjaga dengan baik terlebih saat cuaca panas.

 

Seluruh proses perawatan tersebut dilaksanakan di bawah pengawasan langsung petugas pengamanan. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, serta sesuai dengan prosedur yang berlaku. Selain itu, hal ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan kedisiplinan dan tanggung jawab bagi warga binaan dalam menjalankan tugasnya.

 

Tanaman pakcoy yang saat ini berada pada fase pertumbuhan menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Daun-daun hijau yang semakin lebar dan siklus panen rutin untuk pemenuhan kebutuhan dapur lapas menjadi indikator keberhasilan perawatan yang dilakukan secara konsisten oleh warga binaan tamping kebun.

 

Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan melalui sektor pertanian ini memiliki nilai positif yang besar bagi warga binaan. Ia menekankan bahwa proses merawat tanaman dapat membentuk karakter yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.

“Proses kecil seperti merawat tanaman ini mengajarkan banyak hal. Mereka belajar tentang ketekunan, kesabaran, dan bagaimana sebuah hasil tidak datang secara instan, tetapi melalui proses yang berkelanjutan warga binaan dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia juga berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan ke depan, baik dari segi jenis tanaman maupun pengelolaan kebun secara lebih optimal. Dengan demikian, hasil dari kegiatan ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal lapas, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah serta menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.