Wujudkan Reintegrasi Melalui Spiritualitas, Warga Binaan Katolik Lapas Tual Ikuti Bimbingan Rutin Kemenag Malra

oleh -0 views

Langgur,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi Warga Binaan. Kali ini, bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tenggara, Lapas Tual menyelenggarakan bimbingan rohani rutin bagi warga binaan yang beragama Katolik pada Selasa (27/01).

Kegiatan yang berlangsung khidmat di Gereja Lapas ini merupakan bagian dari upaya besar mewujudkan reintegrasi sosial yang sukses melalui penguatan aspek spiritual. Program ini selaras dengan langkah strategis institusi dalam mendukung kesehatan mental dan moral para penghuni hunian.

Plh. Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Hakim Abdul Gani, menekankan bahwa pembinaan rohani adalah hak dasar warga binaan yang harus dipenuhi. “Spiritualitas adalah fondasi perubahan perilaku. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi benar-benar bertobat dan memiliki kekuatan mental yang baru saat kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala Seksi Binadik (Kasi Binadik) Lapas Tual, Keneth V Huwae menjelaskan bahwa jadwal pembinaan keagamaan telah disusun secara sistematis agar seluruh warga binaan, termasuk umat Katolik, mendapatkan pendampingan yang intensif. “Kerja sama dengan penyuluh profesional sangat krusial agar materi yang disampaikan tepat sasaran dalam menyentuh hati dan kesadaran mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Penyuluh dari Kemenag Malra, Patriks Kia yang memimpin sesi bimbingan, menyampaikan pesan mengenai pengampunan dan harapan baru. Menurutnya, keterbatasan fisik di balik pagar tidak boleh membatasi pertumbuhan iman. “Fokus kami adalah memberikan motivasi spiritual agar mereka merasa dihargai dan dibimbing untuk menjadi pribadi yang lebih religius dan taat hukum,” pungkasnya.

Sinergi berkelanjutan ini diharapkan dapat menciptakan atmosfer Lapas yang kondusif, harmonis, serta menjadikan proses pemasyarakatan sebagai momentum perbaikan diri yang menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.