Langgur,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku terus berinovasi dalam memberikan bekal nyata bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Tidak hanya pembinaan rohani, Lapas Tual kini melibatkan warga binaan dalam proyek perbaikan dan pemeliharaan fasilitas kantor sebagai bagian dari Program Pembinaan Kemandirian, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar pembenahan fisik gedung, melainkan ruang kelas terbuka bagi para warga binaan untuk mempraktikkan keterampilan pertukangan, pengecatan, hingga pengelasan. Melibatkan warga binaan dalam perawatan fasilitas negara bertujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) serta tanggung jawab terhadap lingkungan tempat mereka dibina.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur menjelaskan bahwa pelibatan ini dilakukan secara selektif melalui proses sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).
“Kami ingin mereka keluar dari sini bukan hanya dengan penyesalan, tapi dengan keahlian. Memperbaiki fasilitas kantor adalah simulasi dunia kerja nyata. Mereka belajar manajemen waktu, kerja tim, dan ketelitian,” tegasnya.
Poin utama yang menjadi fokus dalam kegiatan edukasi ini meliputi: Meliputi perbaikan plafon, ubin, dan struktur bangunan yang rusak ringan, Edukasi mengenai teknik pengecatan dinding yang rapi dan kombinasi warna yang tepat, Mengajarkan cara merawat instalasi air dan listrik secara mandiri dan aman.
Program ini diharapkan menjadi modal berharga bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat nanti. Dengan sertifikasi atau pengalaman kerja yang didapat selama di Lapas, peluang mereka untuk berwirausaha atau bekerja di sektor konstruksi menjadi lebih terbuka lebar.
Seorang warga binaan yang terlibat mengaku sangat antusias karena waktu mereka di dalam Lapas menjadi lebih produktif.
“Kami merasa dihargai karena dipercaya membantu memperbaiki kantor. Ini ilmu yang sangat berguna untuk kami mencari nafkah nanti,” ungkapnya.
Dengan semangat sinergi dan edukasi, Lapas Tual membuktikan bahwa tembok penjara bukanlah penghalang untuk tetap produktif dan mencetak sumber daya manusia yang terampil.






