Saparua,CahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua melaksanakan Ibadah Buka Usbu di Gereja Lapas Saparua yang diikuti oleh pegawai dan staf, peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch II Tahun 2025, serta warga binaan beragama Kristen. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh penghayatan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian yang rutin dilaksanakan setiap awal pekan, Senin (02/03/2026).
Ibadah diawali dengan lagu pembuka yang dinyanyikan bersama, dilanjutkan doa pembuka sebagai ungkapan syukur. Pujian kembali dilantunkan sebelum memasuki doa pembacaan Alkitab. Memasuki bagian inti ibadah, firman Tuhan dibacakan oleh peserta magang, Juan Fernando Hitipeuw dari Yesaya 55 ayat 6-9, yang berbunyi: “Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu, ” ucapnya.
Melalui pembacaan tersebut, ia menegaskan bahwa setiap pribadi memiliki kesempatan untuk kembali kepada Tuhan dan memperbaiki jalan hidupnya.
Renungan singkat yang disampaikan menekankan pentingnya memanfaatkan masa pembinaan sebagai waktu untuk refleksi diri dan memperbaharui komitmen hidup. Firman yang dibacakan menjadi pengingat bahwa pengampunan dan harapan selalu tersedia bagi mereka yang bersedia merendahkan hati dan berubah.
Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan lagu pengiring persembahan syukur, doa syafaat yang mendoakan warga binaan serta seluruh petugas, pujian penutup, dan doa berkat sebagai akhir dari seluruh rangkaian kegiatan.
Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan rutin merupakan bagian penting dalam program pembinaan di dalam lapas. “Pembinaan di sini tidak hanya menekankan kedisiplinan, tetapi juga pembentukan sikap dan kesadaran diri melalui kegiatan kerohanian yang terjadwal,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Pembinaan Kepribadian, Florianty Talakua, menambahkan bahwa konsistensi pelaksanaan ibadah memberikan ruang bagi warga binaan untuk merenungkan kehidupan mereka secara lebih mendalam. “Melalui firman Tuhan, mereka diajak memahami arti pertobatan, tanggung jawab, serta pentingnya menata kembali arah hidup ke depan,” ungkapnya.
Dengan terlaksananya Ibadah Buka Usbu tersebut, Lapas Kelas III Saparua terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual sebagai bagian dari proses pembentukan karakter warga binaan.






