Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai produksi dan distribusi kepada Warga Binaan pada Senin (28/9). Kegiatan yang dipandu oleh peserta magang ini bertujuan membangkitkan kembali kreativitas Warga Binaan dalam membuat berbagai kerajinan tangan untuk didistribusikan kepada masyarakat luas.
Bertempat di Beranda Mesra, materi presentasi mengupas pemahaman dasar tentang kegiatan ekonomi sebagai aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, yang di antaranya mencakup produksi dan distribusi. Pada tahap produksi, materi ditekankan pada kegiatan menghasilkan barang, seperti pengolahan barang bekas menjadi ragam hasil karya atau kerajinan tangan. Sementara untuk tahap distribusi, dijelaskan proses penyaluran barang agar sampai ke konsumen, misalnya dengan memajang hasil buatan Warga Binaan di ruang tunggu kunjungan agar keluarga atau masyarakat umum dapat melihat dan membelinya secara langsung.
Kepala Urusan Tata Usaha sebagai Mentor peserta magang, Usman Bakri, menilai edukasi dasar ini sebagai langkah krusial dalam mendukung program pembinaan kemandirian di Lapas.
“Pendampingan dari peserta magang ini memberikan wawasan baru bagi Warga Binaan. Mereka tidak hanya didorong untuk menciptakan hasil karya, tetapi juga dibekali pengetahuan tentang cara mendistribusikan produk tersebut sehingga mampu menciptakan perputaran nilai ekonomi nyata,” tegas Usman.
Peserta magang sekaligus penyusun materi presentasi, Firza Sabban, menjelaskan bahwa pemahaman alur ekonomi ini diharapkan dapat memotivasi Warga Binaan untuk terus berkarya secara konsisten.
“Kami memberikan materi yang menghubungkan fungsi produksi dan distribusi, di mana produksi adalah proses menghasilkan barang, dan distribusi berfungsi menyalurkan barang tersebut kepada konsumen. Harapannya, materi ini memicu semangat teman-teman Warga Binaan untuk kreatif menghasilkan karya dan memahami cara mendistribusikannya ke masyarakat,” jelas Firza.
Narasumber MagangHub lainnya, Indra Wati Niapele, turut mendorong Warga Binaan untuk melihat keterampilan yang dimiliki sebagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi. Ia menilai, kreativitas yang terus diasah perlu diikuti dengan pemahaman mengenai bagaimana sebuah produk dapat diperkenalkan dan disalurkan kepada masyarakat.
Salah satu Warga Binaan, SW, juga menyambut positif dan antusias kegiatan sosialisasi yang diberikan. “Materi tersebut memberikan pemahaman baru bahwa hasil karya yang dibuat tidak hanya sebatas aktivitas keterampilan, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat,” ungkap SW.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyatakan dukungan penuh terhadap sosialisasi ini agar pembinaan tidak mandek pada proses pembuatan barang semata.
“Kami sangat mengapresiasi edukasi mengenai produksi dan distribusi ini. Pengetahuan ini menjadi bekal penting bagi warga binaan agar berbagai hasil karya yang mereka ciptakan tidak sekadar menumpuk di bengkel kerja, melainkan dapat terdistribusi dengan baik ke masyarakat dan mendatangkan manfaat nyata,” ujar Tersih.
Melalui kegiatan sosialisasi yang terpadu ini, Lapas Wahai berharap dapat terus mencetak individu yang produktif. Pemahaman komprehensif mengenai kewirausahaan dan alur ekonomi ini diproyeksikan menjadi bekal kemandirian yang berharga bagi Warga Binaan saat mereka dinyatakan bebas dan kembali berbaur di tengah masyarakat kelak.




