Bangun Spiritual Quotient, Warga Binaan Lapas Namlea Perdalam Nilai-Nilai Al-Qur’an

oleh -0 views

Namlea,CahayaMediaTimur.com-Kesadaran dalam beragama terus ditingkatkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea melalui kegiatan pembinaan kerohanian yang melibatkan kerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Buru. Kegiatan tersebut kembali dilaksanakan melalui giat pendalaman nilai-nilai Al-Qur’an yang digelar di Masjid Sultan Al-Akhyar, Jumat (4/9).

 

Diikuti oleh ratusan warga binaan beragama Islam, giat tersebut dilakukan oleh penyuluh Kemenag Buru, Muhammad Arifin Hafizh dan Rosnawati didampingi staf subseksi pembinaan.

 

Pelaksana Harian Kepala Lapas Namlea, Sofian Ahmad, menjelaskan selama didalam Lapas, warga binaan terus digenjot dan diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesadaran beragama atau spiritual quotient yang nantinya akan berdampak positif bagi perkembangan perilaku dan akhlak warga binaan.

 

“Untuk berubah, kita perlu sentuh warga binaan dari sisi agama dan keyakinan. Dengan pendekatan berbasis spiritual, warga binaan akan tersentuh dan mengingat kembali sang penciptanya sehingga menjauhi segala perbuatan dan perilaku tercela. Oleh karena itu, kami secara konsisten merutinkan kegiatan pembinaan kerohanian dengan metode persuasif atau ajakan secara humanis,” tutur Sofian.

 

Dalam kesempatan itu, penyuluh Kemenag Buru, Muhammad Arifin Hafizh mengajarkan warga binaan mengenai tata cara pengucapan dan penulisan huruf Hijaiyah, ilmu tajwid, dan makharijul huruf. Menurutnya, pembelajaran ini dilakukan secara bertahap setiap kali dilakukan penyuluhan selama 2 kali dalam sebulan.

 

“Banyak agenda yang kita pelajari secara bertahap dan kita lakukan ini terhadap satu-persatu warga binaan agar mereka betul-betul memahami dan pandai membaca Al-Qur’an. Kami juga sangat mengapresiasi semangat dan antusiasme warga binaan dalam belajar dan berubah meskipun tengah menjalani masa hukumannya,” ujar Arifin.

 

Salah satu warga binaan, RU, mengaku bersyukur mendapatkan pembelajaran spiritual yang lebih instens selama di Lapas ketimbang diluar yang membantunya lebih memperbaiki diri dan giat dalam beribadah.

 

“Kami akui selama di Lapas kita lebih disibukkan dengan kegiatan sholat, mengaji, berdzikir, dan mempelajari ilmu agama. Tentunya ini sangat berbeda pada saat berada diluar sebelumnya. Semoga kebiasaan ini terus saya lakukan dan konsisten untuk meningkatkan kualitas kepribadian dan perilaku saya,” tutur RU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.