Ambon,CahayaMediaTimur.com-Warga yang kehilangan harta benda akibat kebakaran maupun pohon tumbang membutuhkan lebih dari sekadar penanganan darurat. Pemerintah juga dituntut hadir membantu mereka bangkit.
Pesan inilah yang ditegaskan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, saat menjelaskan penyaluran dana stimulan bagi masyarakat terdampak bencana.
Dalam sambutannya pada apel pagi Pemerintah Kota Ambon di Lapangan Apel Balai Kota, Senin (12/10/2026), Bodewin mengatakan bantuan yang diberikan pemerintah merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi masa sulit.
Apel pagi tersebut dirangkaikan dengan penyerahan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari Bank CIMB Niaga kepada SMP Negeri 7 Ambon.
Bodewin menjelaskan, dana stimulan disalurkan setelah pemerintah kota menjalankan tugas penanganan darurat bagi masyarakat yang mengalami bencana, baik akibat kebakaran maupun pohon tumbang.
Ia mengakui bantuan sebesar Rp15 juta yang selama ini diberikan belum tentu mampu menutup seluruh kerugian korban. Namun, pemerintah berharap dana tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memulai kembali kehidupan mereka.
Menurut Bodewin, perubahan harga kebutuhan dan tingkat kemahalan menjadi pertimbangan untuk mengevaluasi besaran bantuan tersebut.
Karena itu, Pemerintah Kota Ambon mempertimbangkan peningkatan dana stimulan pada tahun 2027, dari Rp15 juta menjadi Rp20 juta atau bahkan Rp25 juta.
Rencana tersebut masih perlu dipertimbangkan lebih lanjut dan belum menjadi ketetapan resmi.
Bagi warga yang tertimpa bencana, bantuan pemerintah menjadi salah satu penopang untuk menghadapi situasi sulit setelah kehilangan harta benda. Karena itu, besaran bantuan perlu terus dievaluasi agar sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Bodewin menegaskan bahwa meskipun bantuan tidak dapat mengganti seluruh kerugian, kehadiran pemerintah tetap penting bagi masyarakat yang sedang berjuang memulihkan keadaan.
Evaluasi dana stimulan diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan bagi warga terdampak bencana di Kota Ambon.




