Berantas Buta Huruf, Lapas Saparua Gelar Asesmen Warga Binaan

oleh -0 views

Saparua,CahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Saparua melaksanakan asesmen terhadap warga binaan bersama peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker) Batch II Tahun 2025 yang sedang melaksanakan magang di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua guna mengetahui jumlah warga binaan yang masih mengalami buta huruf sebagai dasar penyusunan program pembinaan lanjutan, Jumat (27/02/2026).

Kegiatan asesmen dilakukan melalui pendataan identitas diri serta wawancara singkat untuk mengukur sejauh mana kemampuan warga binaan dalam mengenal huruf, membaca suku kata, hingga membaca kalimat sederhana. Proses berlangsung secara tertib dan komunikatif agar setiap warga binaan dapat mengikuti tahapan asesmen dengan nyaman dan terbuka.

Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan pada 14 warga binaan dengan rentang usia 21 hingga 70 tahun yang mengikuti kegiatan tersebut. Ditemukan Tiga orang warga binaan belum mampu membaca, sementara 11 warga binaan lainnya tercatat telah mampu membaca dengan baik.

Peserta magang Kemnaker, La Mindra Darakai, menegaskan bahwa hasil asesmen tersebut akan menjadi landasan dalam perencanaan program pembelajaran literasi di dalam lapas agar pembinaan dapat berjalan lebih terarah dan efektif. “Dari pendataan yang kami lakukan terhadap warga binaan, ditemukan masih ada tiga orang yang belum bisa membaca. Faktor utamanya karena latar belakang pendidikan yang tidak ditempuh secara penuh. Ini menjadi acuan bagi kami untuk menyusun program literasi bagi warga binaan yang masih buta huruf,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, mengapresiasi peran aktif peserta magang dalam mendukung pelaksanaan pembinaan. Menurutnya, kemampuan membaca merupakan fondasi penting bagi warga binaan untuk mengikuti berbagai program pembinaan lainnya di dalam lapas. “Literasi merupakan kunci dasar dalam proses pembinaan. Kami berkomitmen menindaklanjuti hasil asesmen ini melalui upaya pemberantasan buta huruf agar seluruh warga binaan mampu membaca.” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Saparua menegaskan langkah konkret dalam memetakan kemampuan literasi warga binaan sebagai dasar pelaksanaan program pemberantasan buta huruf di dalam lapas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.