Langgur,CahayaMediaTimur.com-Pemandangan berbeda terlihat di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIB Tual. Warga Binaan tampak sibuk mengoperasikan mesin filterisasi air dengan cekatan. Mereka bukan sedang menjalani hukuman semata, melainkan tengah ditempa menjadi “juragan” depot air minum yang mandiri dan profesional, Rabu (01/04).
Program unggulan ini membuktikan bahwa masa pidana di Lapas Tual telah bertransformasi menjadi inkubator bisnis bagi para warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menekankan bahwa fokus utama pembinaan saat ini adalah mengubah pola pikir warga binaan dari “orang yang dihukum” menjadi “orang yang berdaya”. “Lapas bukan lagi tempat pembuangan, tapi tempat belajar. Di depot air ini, mereka belajar manajemen bisnis dari hulu ke hilir—mulai dari teknis filterisasi, menjaga sanitasi, hingga strategi pemasaran. Kami ingin saat mereka bebas nanti, mereka tidak lagi bingung mencari kerja, tapi sudah punya mentalitas seorang pengusaha atau ‘juragan’ yang bisa membuka lapangan kerja sendiri,” tegas Nurchalis.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, L. Laitera, menjelaskan bahwa para warga binaan dilatih menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO) untuk menyulap air payau menjadi air minum berkualitas tinggi. “Mengelola depot air butuh ketelitian tinggi, terutama dalam perawatan filter dan pengecekan kualitas air secara berkala. Para warga binaan sangat antusias. Mereka merasa bangga karena produk yang mereka hasilkan diterima dengan sangat baik oleh pasar,” ujarnya.
Respons positif juga datang dari masyarakat sekitar Kota Tual dan Maluku Tenggara, Fresli yang kini menjadi pelanggan setia. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran depot air milik Lapas ini. “Awalnya saya penasaran bagaimana air dari dalam Lapas. Ternyata rasanya segar, sangat bersih, dan harganya sangat merakyat. Pelayanan warga binaannya juga sangat sopan dan profesional seperti pengelola depot profesional di luar. Sekarang saya rutin isi ulang di sini karena sudah percaya dengan kualitasnya,” tuturnya.
Melalui program ini, Lapas Tual berhasil membuktikan bahwa proses pemasyarakatan mampu melahirkan individu-individu baru yang produktif. Dari balik jeruji besi, lahir harapan baru bagi para warga binaan untuk menatap masa depan sebagai pribadi yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat luas.






