Cegah Gurami,Lapas Wahai Lakukan Pemasangan Mulsa Dan Garap Lahan Pertanian Baru

oleh -1 views

WAHAI,CahayaMediaTimur.com-Pinjam pakai lahan pertanian baru yang telah diberikan Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat sebagai salah satu unsur lembaga kemasyarakatan desa kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus mengalami progres. Usai pembersihan lahan tidur beberapa waktu lalu, kali ini warga binaan melakukan pemasangan mulsa sebelum melakukan penanaman, Sabtu (2/8/2025).

Kepala Lapas (Kalapas) Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan tujuan utama pemasangan mulsa adalah untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman dengan menjaga kelembaban tanah.

“Selain itu pemasangan mulsa juga untuk menghambat pertumbuhan gulma dan melindungi tanah dari pengikisan atau erosi akibat guyuran hujan,” kata Tersih.

Mulsa adalah lapisan penutup tanah berbahan plastik yang diletakkan di permukaan tanah, baik di kebun, area pertanian, atau lahan lainnya yang berfungsi untuk menjaga suhu tanah agar tetap stabil.

“18 bedeng sepanjang 50 meter ini akan dipasang mulsa untuk berbagai jenis komoditi yang akan ditanam, antara lain jenis sayuran sakata, tomat dan cabai. Bahkan pare dan mentimun serta jagung juga akan kita tanam perdana di lahan pinjam pakai ini,” lanjut Tersih.

Ia pun berharap dukungan Ketua RT untuk pengelolaan lahan tersebut dapat mendukung mengembalikan kepercayaan masyarakat tentang warga binaan yang bisa produktif dalam masa pembinaan di Lapas Wahai.

“Hal ini tentunya memberikan semangat untuk kita semua bahwasanya Pemasyarakatan bermanfaat untuk masyarakat sekaligus wujud implementasi program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yakni memberdayakan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan,” jelas Kalapas.

Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Suzana Mouw, pun turut berharap pengelolaan lahan tersebut dapat memberikan hasil maksimal. “Semoga panen akan melimpah untuk mendukung ketahanan pangan di Desa Wahai, serta tentunya ada pendapatan untuk premi narapidana,” tuturnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, yang terus melakukan monitoring kegiatan di seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan, menyampaikan dorongannya untuk program pembinaan kemandirian Lapas Wahai.

“Teruslah berkinerja tinggi. Pucuk pimpinan hingga staf harus menunjukkan kredibilitas pemasyarakatan yang bermanfaat baik untuk tujuan reintegrasi sosial bagi warga binaan maupun memberikan dampak nyata melalui program ketahanan pangan di wilayah Wahai dan sekitarnya,” pesan Ricky.