Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai mendistribusikan puluhan matras atau alas tidur baru kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan, Minggu (11/1). Langkah ini dilakukan sebagai komitmen penuh pihak Lapas dalam memenuhi hak-hak dasar dan meningkatkan kualitas fasilitas hunian bagi Warga Binaan.
Kegiatan pembagian matras yang merupakan Barang Milik Negara (BMN) dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan ini berlangsung tertib di blok hunian. Pendistribusian dilakukan secara bertahap, memastikan setiap Warga Binaan menerima alas tidur yang layak untuk menunjang kenyamanan istirahat mereka.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menyampaikan bahwa penggantian matras lama yang telah rusak dengan yang baru merupakan wujud pelayanan prima.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan Warga Binaan dengan menyediakan fasilitas yang memadai,” ujar Tersih di sela-sela kegiatan distribusi.
“Dengan adanya matras baru ini, kami berharap kualitas tidur dan kenyamanan Warga Binaan dapat lebih terjamin, sehingga mereka dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih maksimal”, tambah Tersih seraya menekankan pentingnya fasilitas yang layak sebagai bagian integral dari proses rehabilitasi.
Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (kamtib), Usman Bakri, yang turut mengawasi, mengatakan pembagian matras ini berdampak pada stabilitas kamtib. “Dengan adanya alas tidur yang memadai maka situasi akan semakin kondusif bagi Warga Binaan sehingga mereka merasa nyaman,” ungkap Usman.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Ricky Dwi Biantoro mengapresiasi langkah cepat Lapas Wahai dalam merealisasikan penggantian matras. “Ini adalah implementasi nyata dari arahan pimpinan pusat untuk senantiasa humanis dan memenuhi hak-hak Warga Binaan,” kata Ricky. Ia menambahkan, fasilitas hunian yang nyaman secara tidak langsung akan mendukung program pembinaan yang dijalankan serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi Warga Binaan.
Melalui kegiatan peningkatan fasilitas ini, Lapas Wahai berharap Warga Binaan dapat lebih fokus mengikuti berbagai kegiatan pembinaan, baik kepribadian maupun kemandirian, agar siap kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif setelah bebas nanti.





