Saparua,CahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua melaksanakan panen sayur pakcoy di kebun belakang lapas yang dilakukan oleh warga binaan tamping kebun sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Kegiatan ini menjadi wujud pemanfaatan lahan secara produktif guna mendukung kebutuhan dapur lapas. Kamis (26/02/2026).
Panen dilaksanakan oleh warga binaan tamping kebun yang selama ini aktif melakukan perawatan tanaman secara rutin, mulai dari pengolahan media tanam, penanaman bibit, penyiraman, hingga pemupukan. Pakcoy yang dipanen telah mencapai usia tanam optimal dan dinilai layak konsumsi.
Hasil panen dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dapur lapas. Jumlah pakcoy yang dipanen disesuaikan dengan kebutuhan harian sehingga dapat langsung diolah menjadi menu makanan bagi seluruh warga binaan. Pola panen berbasis kebutuhan ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan kesegaran sayur sekaligus memastikan distribusi berjalan efektif.
Proses panen dilakukan secara bertahap oleh warga binaan tamping kebun, diawali dengan pemotongan sayur menggunakan peralatan yang telah disiapkan. Setelah itu dilakukan penyortiran untuk memastikan kelayakan konsumsi dengan memisahkan daun yang rusak atau tidak segar. Tahap akhir berupa pencucian menggunakan air mengalir guna menjaga kebersihan sebelum pakcoy diserahkan ke dapur pengolahan makanan.
Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan yang berkelanjutan. “Panen pakcoy ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dapur, tetapi juga sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang bermanfaat dan produktif, sehingga saat kembali ke masyarakat dapat membawa bekal positif,” tegasnya.
Warga binaan tamping kebun M.L mengungkapkan bahwa kegiatan berkebun yang dijalani setiap hari memberi dampak langsung bagi kehidupan mereka di dalam lapas. “ Sayur ini setiap hari kami rawat dan perhatikan pertumbuhannya, dan setiap hari hasilnya bisa langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan makan kami di sini. Jadi apa yang kami kerjakan memang benar-benar terasa manfaatnya,” ujarnya.
Melalui kegiatan pertanian yang dikelola secara konsisten, Lapas Saparua terus berkomitmen mengoptimalkan potensi yang ada guna mendukung ketahanan pangan internal sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan secara berkesinambungan.





