Langgur,CahayaMediaTimur.com-Menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan kondisi bangunan yang mulai termakan usia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku mengambil langkah taktis, Sabtu (7/3/2026). Meski diperhadapkan pada keterbatasan anggaran pemeliharaan, jajaran Lapas Tual bergerak cepat melakukan perbaikan mandiri pada sejumlah titik atap dan plafon yang mengalami kerusakan serius.
Langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan serta upaya menjaga kenyamanan pelayanan bagi masyarakat maupun warga binaan.
Percepatan perbaikan difokuskan pada area-area yang memiliki mobilitas tinggi dan risiko kerusakan aset negara yang besar, di antaranya: Penggantian plafon yang rapuh guna melindungi dokumen penting dari rembesan air hujan, Perbaikan atap seng yang bocor.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur menegaskan bahwa keterbatasan sarana prasarana tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan kerusakan berlarut-larut. Perbaikan ini dilakukan dengan mengandalkan keterampilan teknis petugas yang berkolaborasi dengan warga binaan yang memiliki keahlian pertukangan.
“Kami menerapkan prinsip skala prioritas. Mana yang mendesak, langsung kami eksekusi dengan sumber daya yang ada. Semangat gotong royong inilah yang membuat keterbatasan bukan lagi menjadi penghalang bagi kami untuk terus berbenah,” ungkap Nurchalis.
Selain fungsi teknis, perbaikan ini juga bertujuan untuk menjaga citra institusi di mata publik. Bangunan yang terawat mencerminkan kedisiplinan dan profesionalisme manajemen di dalamnya.
Dengan perbaikan atap dan plafon ini, Lapas Tual membuktikan komitmennya dalam melakukan pemeliharaan aset negara secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan semangat kerja petugas dan menciptakan iklim pembinaan yang lebih kondusif bagi para warga binaan.





