Ambon,CahayaMediaTimur.com-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku terus memperkuat kolaborasi lintas instansi demi mengoptimalkan pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kunjungan kerja strategis yang dilakukan oleh Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan dan Upaya Pengentasan Anak, Catherian V. Picauly, ke Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon Kementerian Ketenagakerjaan RI. Kamis (3/9).
Kunjungan kerja tersebut disambut langsung oleh Kepala BPVP Ambon, Yustianto, di ruang kerjanya. Pertemuan ini fokus membahas penguatan sinergitas kedua lembaga dalam mensukseskan Forum Reintegrasi Sosial (FORIS) serta memberikan dukungan penuh terhadap pemenuhan Kelayakan Bimbingan Kerja dan Pengentasan Anak (Binter).
Dalam diskusinya, Catherian V. Picauly menegaskan bahwa keberhasilan penyerapan mantan warga binaan dan anak binaan di tengah masyarakat sangat bergantung pada kualitas keterampilan yang mereka miliki. Melalui wadah kolaboratif FORIS, Kanwil Ditjenpas Maluku ingin memastikan hak-hak pelatihan kerja para warga binaan terpenuhi secara standardisasi baku guna mencapai kelayakan Binter.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri dalam menyiapkan masa depan para warga binaan. Kehadiran program FORIS memerlukan dukungan dari berbagai pihak, khususnya BPVP Ambon yang memiliki kapasitas penuh dalam mencetak tenaga kerja terampil dan bersertifikasi. Sinergi ini adalah kunci agar mereka tidak kembali mengulangi tindak pidana (residivisme) karena sudah mandiri secara ekonomi,” ujar Catherian.
Merespons hal tersebut, Kepala BPVP Ambon, Yustianto, menyatakan komitmen penuh jajarannya untuk mendukung kesuksesan program pembinaan ini. BPVP Ambon siap menyelaraskan program pelatihan vokasi yang ada agar dapat diakses dan diimplementasikan secara efektif bagi program-program pemasyarakatan di Maluku.
“Kami menyambut baik tekad kerja sama ini. BPVP Ambon berkomitmen mendukung penuh melalui penyediaan instruktur, program pelatihan bersertifikasi BNSP, hingga fasilitasi uji kompetensi. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang sedang dalam masa pembinaan maupun yang akan bebas, mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersaing di pasar kerja atau membuka usaha mandiri,” tegas Yustianto.
Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk segera menyusun langkah teknis dan pemetaan program pelatihan terdekat. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen negara hadir memberikan kesempatan kedua dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.




