Langgur,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Salah satu capaian signifikannya adalah konsistensi produksi ikat pinggang berbahan kayu arang (eboni) yang kini menjadi produk unggulan karena tampilannya yang eksotis dan elegan, Jumat (13/03).
Produk kerajinan tangan ini tidak hanya diminati oleh masyarakat lokal di Maluku Tenggara, tetapi juga mulai menarik perhatian pasar yang lebih luas karena kualitas materialnya yang dikenal mewah dan tahan lama.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan implementasi dari Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memberdayakan warga binaan agar memiliki keahlian yang bernilai ekonomis. “Kami secara berkesinambungan memfasilitasi sarana pengerjaan dan memberikan pendampingan agar Warga Binaan mampu menghasilkan karya yang kompetitif,” ujar Nurchalis.
Kasi Binadik Lapas Tual, Keneth Huwae, menjelaskan bahwa setiap tahap produksi diawasi secara ketat untuk menjaga standar kualitas yang telah ditetapkan. “Kami menekankan pada detail proses finishing. Kayu arang dipilih secara selektif, kemudian dihaluskan secara manual hingga memunculkan kilau alami yang elegan tanpa perlu banyak bahan kimia. Hal inilah yang memberikan kesan eksklusif pada setiap sabuk yang kami hasilkan,” terang Huwae.
Salah seorang warga binaan yang bertugas sebagai pengrajin mengungkapkan rasa bangganya atas kesempatan pelatihan yang diberikan pihak Lapas.
“Awalnya saya tidak memiliki keahlian pertukangan, namun melalui bimbingan petugas, saya kini mampu menghasilkan produk yang laku dijual. Keterampilan ini menjadi motivasi bagi saya untuk membuka usaha mandiri setelah menyelesaikan masa pidana nanti,” tuturnya penuh optimis.
Hingga saat ini, Lapas Tual terus menerima pesanan yang mengalir stabil dari berbagai instansi maupun perorangan, sekaligus berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui hasil karya warga binaan tersebut.






