Ely Toisutta:YMKM Ambon Harus Berani Masuk Pembayaran Digital

oleh -4 views

Ambon,CahayaMediaTimur.com-Pemerintah Kota Ambon terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk masuk ke ekosistem ekonomi digital melalui penggunaan sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Upaya itu disampaikan Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta saat membuka kegiatan sosialisasi digitalisasi sistem pembayaran, perlindungan konsumen, serta akuisisi merchant QRIS bagi pelaku UMKM di Ruang Vlissingen Balai Kota Ambon, Senin (9/3/2026).

 

Ely menegaskan, digitalisasi menjadi langkah penting agar UMKM mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan daya saing usaha di tengah perubahan sistem transaksi yang semakin modern.

 

Menurutnya, QRIS yang diinisiasi Bank Indonesia telah mengubah pola transaksi masyarakat dari tunai menjadi non-tunai yang lebih cepat, praktis, dan aman.

“Melalui QRIS, transaksi pelaku UMKM tercatat secara digital sehingga memudahkan pengelolaan keuangan usaha. Pedagang juga tidak perlu menyiapkan uang kembalian dan dapat menghindari risiko uang palsu,” ujar Ely.

 

Ia menambahkan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional karena menjadi penyedia lapangan kerja terbesar sekaligus penggerak ekonomi lokal. Karena itu, pemerintah daerah berkewajiban menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan usaha kecil.

Penguatan UMKM, lanjut Ely, juga menjadi bagian dari 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon periode 2025–2029, khususnya pada program penyediaan lapangan kerja melalui kemudahan investasi, pengembangan UMKM, bantuan modal usaha, serta perluasan akses ekonomi masyarakat.

 

Selain itu, Pemkot Ambon juga menyiapkan berbagai ruang usaha bagi pelaku UMKM, termasuk pemanfaatan ruang terbuka publik sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan sektor seni, musik, dan budaya.

Ely menekankan bahwa digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyangkut kepercayaan dan keamanan dalam bertransaksi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan pelaku UMKM memahami cara bertransaksi digital yang aman, melindungi data usaha dan pelanggan, serta menghindari berbagai bentuk penipuan digital,” katanya.

 

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Iki Afrianto mengatakan digitalisasi sistem pembayaran merupakan bagian dari strategi nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, lebih dari 90 persen struktur ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor UMKM yang juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Karena itu, penguatan digitalisasi menjadi langkah penting untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan efisiensi usaha.

“Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Kota Ambon, perbankan dan pelaku UMKM, kami berharap digitalisasi pembayaran dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi di Kota Ambon,” kata Iki.

 

Dalam kegiatan tersebut, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Ambon juga melakukan akuisisi merchant QRIS bagi pelaku UMKM agar semakin banyak usaha kecil yang terhubung dengan sistem pembayaran digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.