Ambon,CahayaMediaTimur.com-Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Dr. Ahmad Jais Elly, menegaskan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pasar Mardika sebesar Rp5,2 miliar sulit tercapai tanpa kehadiran minimal 1.000 pedagang aktif di dalam pasar.
Pernyataan itu disampaikan Jais Elly kepada wartawan di Lantai II Pasar Mardika Ambon, Kamis (26/03/2026), merespons polemik target PAD yang dinilai sebagian pihak terlalu rendah setelah sebelumnya berada di angka Rp18 miliar.
Menurutnya, angka Rp5,2 miliar bukan ditetapkan secara tiba-tiba, melainkan telah tercantum dalam APBD sebelum dirinya menjabat. Namun, capaian target tersebut harus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
“Kalau belum ada 1.000 pedagang di dalam pasar, tidak mungkin PAD Rp5,2 miliar bisa tercapai. Ini hitungan sederhana,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, saat ini jumlah pedagang yang beraktivitas di dalam Pasar Mardika masih jauh dari ideal. Hingga kini, baru sekitar 150 pedagang yang menempati los di dalam pasar, sementara sebagian besar masih berjualan di luar area.
Kondisi tersebut, kata dia, berdampak langsung pada penerimaan retribusi harian yang menjadi salah satu sumber PAD. Bahkan, sejak awal tahun, capaian PAD disebut sudah mengalami defisit.
“Dari Januari saja sudah minus sekitar Rp900 juta. Jadi kita harus jujur melihat kondisi yang ada,” ujarnya.
Jais Elly menilai, memaksakan target tanpa memperbaiki kondisi pasar hanya akan menghasilkan angka semu. Ia memilih fokus pada pembenahan mendasar agar pedagang mau kembali masuk dan beraktivitas di dalam pasar.
Langkah yang akan dilakukan antara lain meningkatkan keamanan untuk mencegah pencurian, membersihkan lingkungan pasar dari sampah, serta menata area perdagangan agar lebih rapi dan nyaman.
Selain itu, Disperindag juga membuka ruang komunikasi dengan pedagang untuk mencari solusi bersama, termasuk kemungkinan pemberian stimulus agar mereka bersedia menempati los yang telah disediakan.
“Pelayanan publik harus diutamakan. Kalau pedagang merasa aman dan nyaman, mereka pasti masuk. Kalau itu sudah terjadi, PAD akan mengikuti dengan sendirinya,” katanya.
Ia menegaskan, pendekatan realistis dan berbasis kondisi lapangan menjadi kunci agar target PAD dapat dicapai secara bertahap tanpa mengabaikan kenyamanan dan keberlangsungan usaha para pedagang.
Disperindag Maluku kini memprioritaskan pembenahan Pasar Mardika sebagai fondasi utama untuk mendorong peningkatan pendapatan daerah secara berkelanjutan.




