Saparua,CahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan pesisir Pantai Benteng Duurstede bersama Pemerintah Kecamatan Saparua, seluruh SKPD, unsur TNI, serta guru dan pelajar dari SMA PGRI, SMA Negeri 3, dan SD 254 Saparua. Kegiatan kolaboratif ini dipusatkan di kawasan wisata sejarah Benteng Duurstede sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan fasilitas umum. Aksi bersih pantai tersebut berlangsung pada Jumat, 13/02/2026.
Sejak pagi, peserta berkumpul di halaman depan Benteng Duurstede untuk mengikuti apel dan menerima arahan. Camat Saparua, Winny Prajawati Salamor, S.STP, hadir memimpin keterlibatan pemerintah kecamatan. Dari Lapas Kelas III Saparua turut hadir Kepala Lapas Kelas III Saparua Pramuaji Buamonabot bersama jajaran. Kegiatan juga dihadiri Komandan Rayon Militer 1504-03/Saparua, Mayor Inf. Djuanaidi, yang memberikan arahan sebelum pelaksanaan kerja bakti dimulai.
Usai pengarahan, seluruh unsur yang terlibat langsung bergerak menyusuri pesisir pantai. Sampah plastik, kayu, dan limbah rumah tangga yang terbawa arus laut dipungut, dikumpulkan, lalu dimusnahkan sesuai prosedur. Sinergi lintas instansi terlihat ketika Lapas Saparua bersama aparat TNI, pegawai pemerintah daerah, serta para pelajar bahu-membahu membersihkan pesisir kawasan wisata bersejarah tersebut.
Komandan Rayon Militer 1504-03/Saparua, Mayor Inf. Djuanaidi, menegaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan pimpinan nasional agar kepedulian terhadap kebersihan terus dilaksanakan secara rutin. “Saya tambahkan bahwa pembersihan ini adalah printah langsung dari bapak presiden Republik Indonesia, jadi perintah itu harus kita laksanakan. Pembersihan, kerja bakti, atau peduli kebersihan lingkungan dalam satu bulan bisa kita laksanakan dua sampai tiga kali,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Pada hari ini kita kordinasi dengan ibu camat dan melibatkan seluruh elemen, sekolah, instansi terkait, para pejabat semua. Yang harus kita bersihkan adalah fasilitas umum dan khusus, contohnya sekolah, gereja, rumah sakit, pasar, tempat-tempat wisata. Harus kita membangun negeri sendiri, mari kita bangun kampung halaman dan kecamatan sendiri maka terciptalah suasana yang kondusif dan baik.”
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menegaskan keterlibatan jajarannya sebagai bentuk tanggung jawab sosial institusi.
“Kami siap mendukung setiap program pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Lapas bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga bagian dari masyarakat yang harus aktif berkontribusi demi terciptanya lingkungan yang bersih dan kondusif,” tegasnya.
Setelah kegiatan pembersihan selesai, seluruh peserta kembali berkumpul untuk melaksanakan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Saparua.





